Kamis, Desember 6

awan dan matahari

Dulu, kamu serupa awan, menaungi langitku
menemaniku dalam berbagai rupa dan menyayangiku lewat beragam cara
Kamu, yang indahnya ingin selalu kulihat dan kuingat

Akulah samudera luas, yang menatapimu dan memantulkan aneka rupa warnamu
Karena kamu, aku mendorong tepianku lebih jauh dan lebih jauh lagi .. memaksa garis batasku meregang dan berharap suatu hari nanti ia menipis lalu hilang
Demi kamu, aku bertumbuh dan berkembang, dalam upayaku untuk berjalan seiring denganmu, agar selamanya kita bisa saling menatap
Hingga jadilah aku samudera imaji maha luas tempat semua inspirasi menemukan rumah
Aku samudera yang bahagia

Sampai suatu hari, kamu bosan jadi awan .. Kamu ingin jadi matahari yang hadir eksklusif tapi selalu dinanti
Lalu kamu mulai menyengat dari jarak yang teramat dekat. Panas.
Kuterima saja.
Barangkali ini bentuk cintamu yang baru, yang memaksaku berputar dan bersiklus tanpa sekalipun berhenti bergerak

Sampai kusadari ada terlalu banyak bagian diriku yang pergi menguap dan tidak pulang
Aku kerontang. Aku mati kehausan.

Dan tak pernah lagi aku tahu, masihkah kamu menyinariku dari atas sana? Cahayamu tertutup awan.

Selasa, Mei 29

Bicara tentang #2 : Anjing

aku ga suka dengan cara masyarakat menjadikan 'anjing' sebagai kata makian. bagiku, anjing lucu, setia, pintar dan jauh dari berbagai predikat negatif yang dilekatkan semena - mena pada namanya. mungkin hanya itu yang bisa kunyatakan sehubungan dengan anjing. tak perlu lah aku menuliskan apa saja yang kusuka, dunia sudah tahu. atau haruskah aku menuliskan mimpiku, yang di dalamnya ada anjingnya?

begini, waktu kecil aku pernah memelihara 2 ekor anjing, namanya Tom dan Jerry. kamu pasti bisa menebak asal nama itu. Nah, dua anjing ini, benar-benar dan sungguh-sungguh kusayang. mereka tumbuh bersamaku hungga akhirnya punya banyak anak dan hilang. Hilang, dalam artian anak-anaknya diberikan pada kenalan sedangkan induknya pun akhirnya bernasib sama. Aku patah hati.
Lama sesudahnya, aku mendapat satu lagi anak anjing lucu sekali, entah bagaimana sekarang aku tidak bisa ingat namanya, sekeras apa pun kugali memori. kali ini mati, karena tanpa sengaja menelan tulang kecil yang tertinggal di kerongkongannya. aku patah hati. lagi. lalu aku mendapat anak anjing lagi, yang akhirnya juga mati. karena masuk angin. dimandikan mami siang-siang waktu masih kecil usianya. mamiku berniat baik tapi tetap aku patah hati.
lalu sejak saat itu, hadiah berupa binatang perliharaan dihentikan. aku lelah patah hati.
dan baik di sma hingga saat ini aku tidak lagi punya anjing yang bisa kusebut sebagai milikku sendiri, yang bisa kuajak tidur di kamarku dan kucintai lebih dari apa pun.
dan baik semasa sma hingga saat ini, aku tetap mendamba suatu hari akan datang sebuh kotak berpita, yang ketika kubuka akan keluar cakar lucu dan melompatlah seekor anak anjing. yang lucu. anjing yang binatang dengan segala sifat positifnya. bukan anjing yang manusia dengan segala sifat negatifnya.

Senin, Mei 28

bicara tentang #1 : kudanil

mungkin memang aneh bila seorang gadis, alih-alih menyukai kucing atau sapi, malah menyukai kudanil. tapi apa memang seaneh itu?

jujur saja, bagiku kudanil adalah binatang peringkat satu di dunia! kudanil kufavoritkan bukan hanya karena menggemaskan, tapi lebih karena darinya aku belajar makna menikmati hidup.

iya, dulu aku selalu terburu-buru, serba cepat, serba tergesa. sempat, aku tergila-gila pada cheetah, dan mustang. dan hingga kini masih jadi cita-citaku bahwa aku ingin melintasi padang, secepat angin, di atas punggung mereka. nyaris mustahil, tapi bukannya terlarang untuk diimpikan.
lalu, suatu hari aku menengok kudanil dan .. yah, short of, aku jadi menyadari hal-hal apa saja yang kulewatkan ketika aku sibuk berlari terlalu cepat.

kudanil itu, kerjanya memang hanya berendam dan makan, tapi coba binatang apa lagi yang mengenali bahasa semesta lebih dari dia?
barangkali, kudanil satu-satunya yang hafal pola-pola awan ..
barangkali cuma dia yang bisa membedakan jutaan macam bisik angin ..
barangkali cuma dia yang menikmatipanas dan hujan sama besar ..
barangkali cuma dia yang hafal benar pergerakan bintang dan bulan ..
barangkali cuma dia yang menyadari tiap detak detik ..
dan barangkali juga, dialah satu-satunya yang masih tahan untuk diam dan mencoba mendengarkan semesta .. bahasa rasa ..

disamping itu, aku suka pengucapannya dalam bahasa inggris. hipopotamus terdengar unik dan lucu sekali. begitu berbeda dengan kata-kata lainnya. tertinggal lama di lidah, jika kamu paham apa yang kumaksud.

bagiku, kudanil lucu, dan menggemaskan. dengan giginya yang besar-besar, geraknya yang lamban, badannya yang bulat besar, dan matanya yang menatap. bagiku, kudanil adalah binatang peringkat satu di dunia

Rabu, Mei 2

dialog

tadinya kukira ini akan jadi percakapan telepon biasa
yang kita sama - sama bisa mengonversi suara jadi kehadiran, mengikis biar sedikit rindu yang bersesakan memenuhi dada

tapi ternyata tidak
ternyata selama ini kita hanya melesakkan rindu itu jauh ke bagian belakang, lalu terlupa dan beranggapan bahwa dia sudah hilang
padahal tidak
padahal dia bercokol disana, hibernasi, atau sekedar sabar mencari celah untuk menelisip ke permukaan

siang itu, ketika kamu menelepon di sela jadwalmu makan siang
rinduku ke kamu sedang pasang
dia memang bukan gelombang, tapi juga punya kekuatan menghanyutkan. menyeret dari permukaan dan meghantammu ke jurang kekosongan.
kamu sibuk bicara ini-itu yang aku tak sempurna ingat tentang apa
lalu tanpa sadar, aku sudah memotong kegembiraanmu dengan :
"aku capek"
"hmm?"
"aku capek Ko"
"..."
"memangnya Koko ga capek begini terus? cuma bisa sms an, sesekali aja telponan. ga pernah kemana-mana bareng, ga bisa nyambung waktu cerita"
"..."
"memangnya Koko ga capek?"
ada jeda lama
"capek me, sebenernya capek banget."
"terus kenapa mesti kita lanjutin"
"karena buat aku, capeknya setara. aku ga ada masalah nunggu waktu yang bisa pas cuma buat nelpon meme, soalnya tiap aku denger suara meme rasanya seneng. aku ga masalah harus nunggu libur panjang buat ke jogja, karena aku yakin saat di jogja nanti kita bakal sama-sama. sms-an aja juga gapapa, toh suatu hari nanti kita bakal selalu bisa ketemu tiap hari."
"..."
"aku sayang kamu, me"

sama Ko. tapi itu nggak mengubah kenyataan kalau aku capek.

tapi, dihadapkan pada kalimat seperti itu, aku bisa apa? bagaimana caranya aku merasa ini setara, kalau hatiku yakin bahwa harga yang kubayar terlalu mahal?

Sabtu, Maret 17

jendela 19022011

empat dinding batu bata
berdiri tegak bergandeng tangan
bukan memberi kehangatan
tapi mengungkung memenjarakan!
sepi sepi dan pengap
kuning lembut tak menentramkan
lantai
dan atap
bersekutu
menghimpit, menggencet!!
sesak sesak dan bosan

aku rindu ruang kelasku
jendela - jendela besar dan tanpa pintu
keramaian jalan yang selalu bisa ditontoni
lubang persegi yang menampakkan langit
angan yang melebur dalam riuh rendah dunia

kembalikan! berikan jendela itu padaku!!

yuk, kita mencipta cerita?

MENURUTMU,

apa yang akan terjadi pada kisah "little red riding hood" jika si tokoh utama jatuh iba dan mengalah pada serigala?
apa yang akan terjadi pada kisah "cinderella" jika sepatu kacanya tak lepas, atau lebih buruk, lepas lalu pecah?
apa yang akan terjadi pada kisah "the little mermaid" jika pangeran tidak jatuh ke laut tetapi diselamatkan oleh sekoci?
apa yang akan terjadi pada kisah "spiderman" jika laba-labanya punya racun mematikan?
apa yang akan terjadi pada kisah "beauty and the beast" jika belle tidak suka membaca dan menganggap mawar tidak indah?

jawabnya sederhana saja : tidak akan terjadi apa-apa
dala artian, tidak akan ada cerita
dan tidak akan ada kisah yang bisa diselami, dibaca atau ditontoni

"lalu apa?" kamu pasti ingin bertanya

ehm, begini
yang aku coba sampaikan padamu adalah ...

bisa tidak kamu melupakan dia dan mulai melihat padaku?
asal kamu tahu saja, jika tidak begitu maka tidak akan pernah ada kisah "kita" yang bisa diselami atau dihayati

08 : 08

pagi ini
08: 08

nah adakah yang merindukan saya? XD
atau ini hanya saya, yang rindu pada diri saya yang dirindukan? :|

Senin, Februari 20

tentang doa - doa

kuharap aku punya cukup kuasa, untuk memilih jalan bagi hidupku sendiri
lebih bagus lagi sekalian memilihkan jalan bagi hidupmu
kuharap aku cukup punya daya untuk memaksamu tetap disini
melekatkan dirimu erat di tiap inti hari
sungguh tak pernah aku menginginkan apapun sebesar aku mengingini kamu

seandainya keputusan - keputusan ada di tanganku
seandainya pilihan - pilihan sepenuhnya milikku ..

sayang sekali,
yang aku bisa melulu cuma berdoa
mengulang - ulang lantunan kata, yang sudah jadi template perbincanganku dengan Tuhan
menyebut namamu berulang - ulang, memaksamu untuk hadir nyata
sambil hatiku tak berhenti bertanya : adakah kamu memanjatkan harap yang sama?

duh,
akankah suatu hari nanti Tuhan bosan, dan tak lagi mau dengar doaku yang selalu tentang kamu?
atau mungkinkah Tuhan jadi jengah, lalu mengabulkan hanya demi menyetop rangkaian kata?

Minggu, Februari 19

bagaimana bisa aku tidak jatuh cinta?

bukan matahari, bukan bulan, bukan bintang
tapi kamu
kamulah satu - satunya cahaya yang aku mau untuk menerangi langitku

denganmu, aku jatuh lagi dan lagi
sedikitpun tak keberatan biar rasanya sederas terjun bebas
tersungkur pun aku rela
untuk kamu, sekalipun tak yakin aku pada rasamu

karena kamulah yang pertama memanjati tembok hati
susunan rapat bata - bata yang kubuat melingkar, dengan aku di dalamnya
satu benteng untukku menarik diri tiap lelah dan gundah
kamu, dengan sederhana dan tidak banyak tanya, memilih ambil tali
katamu :
"aku tak ingin kamu kehilangan tempat melepas penat. aku semata ingin ikut, menungguimu di dalam situ. barangkali kamu butuh aku"

tak pernah kamu merasa perlu meminta ijinku
buatmu, hatiku bicara lebih jujur dari bibir
kamu tahu bahwa aku selalu sungkan meminta
dengan mudah kamu dapat menebak isi benak
kamu pertama menyadari aku selalu memakai topeng mandiri
sementara hatiku menjerit minta dilindungi
maka dengan sukarela kamu berhenti mengindahkan kata
kamu mulai belajar membaca mata
dan mataku adalah jendela yang terpentang lebar

caramu memahamiku ..
bagaimana bisa aku tidak jatuh cinta?

Sabtu, Februari 18

bintang

aku sedang ingin bicara tentang bintang

bintang yang ada di atas sana
yang kelihatannya saja ada padahal sudah mati ribuan tahun lalu
yang kelihatannya bercahaya padahal cuma jadi cermin matahari

malam ini, aku ingin sekali jadi bintang
yang ditatap banyak mata dan dicinta
yang dipuja banyak jiwa dan dipanjati pinta

aku ingin melayang - layang di antariksa
kakiku tidak menjejak dan jiwaku bebas bergerak
aku ingin sunyi, dan cuma nyanyiku yang berbunyi
aku ingin jadi bintang,
sekalipun itu berarti harus mengorbankan diri untuk terbakar habis

Jumat, Februari 17

yang ada di ujung pelangi

sesungguhnya aku juga tidak yakin di ujung pelangi ada emasnya atau tidak
referensiku sejauh ini hanya kumpulan dongeng dan cerita masa kanak - kanak
nah,
tapi kalau apa yang akan kutemukan nanti di ujung pelangi, aku tahu persis
sesungguhnya aku sudah tahu apa yang ada di awal, ujung dan segalanya yang ada di tengah
yaitu kamu

aku percaya kamu akan ada, dimanapun aku mendaratkan pandang

Kamis, Februari 16

mungkin bisa sampai ke ujungnya

nah, tidak salah aku memilihmu jadi teman sehati!!
yuk, kita tinggalkan kemapanan ini :) mungkin asik lari - lari di pantai sambil bertelanjang kaki. mencoba naik gunung sampai ke puncaknya. aku juga ingin sekali mencoba transportasi laut. sungguh lho, perjalanan laut ku terjauh cuma ke nusakambangan.tapi kupikir, aku tak mungkin mabuk laut!
aku juga ingin mencoba pergi ke tempat - tempat yang namanya bahkan belum pernah kudengar. dalam perburuan kita nanti, bisakah ambil jalan memutar? aku ingin merasakan macam - macam musim yang tak ada di sini. aku ingin bikin manusia salju bersama kamu. ingin sama - sama merasakan festival melihat bunga sakura. ingin lihat kangguru, sungguh aku ingin adu lompat dengan kangguru. duh, ada banyak yang ingin kulakukan denganmu.
mungkin tanpa kita sadar nanti, kita sudah sampai di ujung pelangi.
menurutmu, apa betul ada emas di ujung pelangi?

sudah bukan tentang tanah :p

aku rasa cukup sudah pembicaraan tentang lilin dan tanah
entah kenapa aku tidak paham
bukan ini yang kuharap akan kamu sampaikan ..

omong - omong, seharian ini Jogja hujan ..
tiap kali melihat hujan, aku tak pernah bisa memutuskan
apakah langit sedang bersusah hati hingga dibuatnya awan mendung bergulung - gulung dan air matanya menetes deras, ataukah langit sedang tertawa, terbahak hingga keluar air mata
kamu dimana saat hujan seharian ini? aku harap kamu ada di tempat yang hangat, dan tidak perlu kehujanan
seharian ini aku ada dimana - mana, bukan dalam artian membelah diri lalu berpencar. sama sekali bukan begitu. hari ini agendaku padat, aku berpindah - pindah dari satu tempat ke tempat berikutnya. aku yang kehujanan.
tapi juga, seharian ini, tak peduli ada dimana, aku selalu mengecek langit. bukan apa - apa, aku cuma berharap bisa melihat pelangi.
pelangi yang selalu digambarkan punya tujuh warna, padahal sebenarnya cuma satu.
pelangi yang selalu digambarkan sebagai setengah lingkaran, padahal seringnya cuma seberkas
aku sedang ingin sekali melihat pelangi ..
yuk, kita berburu pelangi?

Selasa, Februari 14

kamu sepetak tanah tempat kaki saya melekat

terima kasih kamu,
yang melihat cahayaku biar kerlip saja
maka, aku juga ingin memberi analogi buat kamu
dan disinilah masalah muncul,
aku hidup dalam tempurung, maka pengandaian mana yang bisa kugunakan untuk kamu?
ketika awan, hujan, bintang dan bulan cuma jadi sepotong kata tanpa arti ..

lalu aku sadar, inilah artimu buat aku :
kamulah sepetak tanah tempat kakiku selama ini menapak
yang melekatkan aku erat - erat dan membumi hanguskan keinginan melompat
kamu tempat ku beristirahat setiap kali aku lelah
kamu pemandangan yang mengantarku lelap ketika aku lelah mendongak
kamu sumber segala rasa aman dan rasa nyaman

kamu, yang dalam diam selalu ada dan siap menopang
kamu, yang tak akan saya biarkan hilang. karena kepergianmu berupa menganganya jurang yang siap menelan


kamu sepetak tanah tempat kaki saya melekat
semoga kamu akan selalu ada :)

dan sekarang, bisa jelaskan bagaimana kita melompat dari pembicaraan tentang cokelat hangat jadi saling mencurahkan isi hati tentang masing - masing?

hujan, selamat malam

hujan, selamat malam
senangnya mendapati kamu lagi di bingkai jendela malam ini :)
jika boleh saya tahu, siapa ini yang saya temui?
apakah kamu hujan kemarin sore?
hujan nakal yang memaksa mama mengangkat jemuran?
atau kamu hujan tadi pagi, hujan kanak - kanak yang sudah akan mati malam ini?

hujan, kisahkan padaku
apa rasanya hidup yang cuma sesaat?
bagaimana perasaanmu mengorbankan diri buat mereka yang terima kasihnya sunyi?

hujan, dalam usia yang sekejap
sempatkah kamu jatuh cinta?
mungkin pada angin, yang kau temui dalam perjalananmu meluruh
yang melambungkanmu lalu menghempas ..

ataukah dalam akhir perjalanan kamu menguntai kisah
bersama rumput, hingga sekuat tenaga kamu melekatkan diri
tak rela bergeser biar cuma sesenti
cuma buat digerus sol sepatu pagi berikutnya ..

hujan, dalam hidupmu malam ini
sempatkah kamu melongok ke balik tirainya?
aku yakin dia ada di sana, dengan sepotong senyum yang tak lepas - lepas
hujan, akankah kamu jatuh cinta padanya juga?

ketika kamu bilang : aku udah baca blog mu

tidakkah jantungmu rasanya berdebar kencang tiap kali kamu selesai lari maraton?
nafasmu terengah - engah, wajahmu memerah

reaksi saya persis sama jika ada seseorang yang bilang : aku udah baca blog mu lho!!
sepersekian detik jantung saya seolah berhenti berdetak sebelum kemudian mulai memburu
ada rasa panas merayapi leher dan pipi saya
dan saya jadi terlalu antusias hingga kerap lupa menarik nafas

jika sedang duduk sendiri di kamar, dan kiranya tidak ada yang bisa melihat
saya akan terlonjak, menandak - nandak dan ingin bertanya
"lalu bagaimana? suka kah kamu dengan apa yang kamu lihat?"

lalu antusiasme itu akan segera disusul rasa malu dan rikuh
bagaimana jika kamu pikir tulisan saya buruk? bagaimana jika kamu sebenarnya ingin bilang kamu tidak suka? bagaimana jika kamu hanya mau berbasa - basi??


duh, sebut saya berlebihan
tapi ketika kamu membaca blog saya, itu terasa seolah kamu sedang mengintip sisi diri saya yang lain
sisi 'aku' yang selama ini saya tutup rapat - rapat dan saya sembunyikan dari tatapan khalayak
sisi yang selama ini saya nikmati seorang diri dan saya biarkan tumbuh mandiri

sisi yang seolah tidak nyata tapi sesungguhnya justru bagian terbesar dari diri saya
inilah saya yang sesungguhnya, saya yang jujur dan tidak ditutup - tutup
saya yang kaya akan mimpi - mimpi
inilah ketelanjangan saya, yang saya gambarkan dalam rentetan tekanan pada keyboard
inilah bagian diri saya yang saya gila - gilai namun saya tak cukup percaya diri untuk menampilkan

maka wajar jika ketakutan terbesar saya adalah ketika kamu menemukan blog ini, membaca, lalu tidak suka

karena saat itu saya akan merasa ditolak, merasa diri tidak pantas untuk tampil di muka dunia

dan kebahagiaan terbesar saya adalah ketika kamu memuji tulisan - tulisan yang ada di sini
saat itu, saya ikut merasa digemari
abstrak sekali :)
tapi sungguh, itulah pujian tertinggi kedua yang bisa saya peroleh
dan jujur, saya ingin dipuji
saya ingin diterima

Senin, Februari 13

akulah katak yang terlalu cinta pada tempurungnya


akulah katak
menghabiskan setengah masa hidup di dalam tempurung kelapa
menahun, warna yang kutahu hanyalah aneka gradasi hitam
dan pemandangan yang kulihat adalah gelap
bagiku, tak ada bahagia yang berlebihan
tak ada melompat yang terlalu tinggi
tak ada kesedihan yang lama lekat

dulu, dulu sekali, aku pernah hidup di dunia yang sama dengan kalian
tapi masa itu sudah kelewat lama dan aku sudah terlanjur lupa

sekarang, bagiku dunia sempit saja, segalanya serba pasti dan tergapai. batas langit hanyalah sejauh tempurung ini mengungkung. yang dengan mudah dapat kucapai, cukup dengan mendongak dan mengangkat tangan. dunia yang aku tahu, sama sekali tidak luas dan tidak kejam. bentuk bumi hanyalah setengah bola, panjangnya cuma dua kali panjang badan.
sekian lamanya hidup dalam tempurung, aku mulai nyaman berteman dengan senyap dan pekat. dalam sepi, aku merasa telah tergenapi. dan, tak pernah aku merasa rindu pada dunia luar. aku bahkan tak yakin aku percaya bahwa dunia luar itu ada
begitulah, setelah sekian lama, aku, si katak menjadi terlalu cinta pada tempurungnya. akulah katak, yang merasa merdeka dalam kurungan.

nah, pahamkah kamu apa yang saya maksud? tidak?
begini, tercatat sejak menginjak kelas 8, saya mulai berjalan dengan mata setengah terpejam. tahun 2006, cinta pertama saya menghadap Tuhan. iya, itu papi saya. berhari - hari setelahnya, saya tidak bisa makan apa - apa. apapun yang masuk, selalu kembali keluar. jujur, saya depresi, tapi tidak tau bagaimana cara mengungkapkan. saya ingin menangis tapi tidak bisa. semua orang di sana menangis terlalu keras, dan mengeluh terlalu jelas. saya dengar semua, saya lihat semua. manalah saya tega menuang tambahan garam ke laut yang sudah terlalu asin?
beberapa minggu itu, saya hidup seperti zombie. saya berjalan, bicara dan beraktivitas, tapi sekaligus juga saya tidak berjalan, tidak bicara dan juga tidak beraktivitas. saya berhenti memaknai apapun yang saya lakukan. saya semata menunaikan rutinitas harian. saya melakukan semua, kecuali makan. sesekali saya minum air putih, sesekali mencoba minum susu.
sampai suatu pagi, seorang teman berkunjung ke rumah, lalu berinisiatif menyeduhkan secangkir cokelat hangat. itu rasa - rasanya hidangan pertama yang bisa saya cerna. saya tidak akan lupa bagaimana rasanya cokelat kali pertama itu. hangatnya yang terpancar dari mug dalam genggaman tangan saya. dan rasa pahit-manis yang menyerbu lidah sejak kecap pertama. tapi utamanya adalah, saya terkejut oleh bagaimana kehangatan si cokelat meruyak dan mengisi saya dari dalam. kali itu, saya telah dikenyangkan oleh secangkir cokelat hangat. kali itu, selesai minum, akhirnya saya bisa menangis.
cokelat hangat memberi sensasi yang sudah lama saya lupa. dan saya pun teryakinkan, bahwa segalanya akan baik - baik saja. bahwa saya akan baik - baik saja. bahwa tak peduli apapun yang terjadi, akan selalu ada manis yang bisa dirasa di tengah pahitnya cokelat pekat.
sejak saat itu, saya tak mau peduli bahwa di dunia ada banyak minuman lainnya. saya butuh cokelat hangat di setiap pagi untuk meyakinkan saya bahwa hari itu saya akan tetap baik - baik saja. lucu, betapa justru dari minuman saya beroleh rasa aman.
makanya, ketika saya bertemu dia, yang mirip dengan cokelat manis hangat, saya senang. rasanya seperti katak yang beroleh tempurung lebih besar. saya merasa lebih lega,ada ruang gerak yang lebih luas. tempurung baru saya seolah menjanjikan petualangan baru, yang sebenarnya hanyalah semu. dia memberi sensasi kecanduan yang baru. dengan dia di dekat saya, saya seolah merasa bahwa saya akan baik - baik saja. selama dia ada.
begitulah, saya tergila - gila pada tempurung saya. biarlah selamanya saya terkunci dalam rasa aman semu. biarlah saya hidup dengan ketergantungan pada dia. jika memujanya adalah syarat untuk beroleh hidup wajar, saya rela.
dan jangan kamu mencoba mengeluarkan saya dari dalam tempurung yang saya bangun susah payah. saya belum siap terekspos sinar matahari dan tenggelam dalam hiruk pikuk semesta. saya belum mau berhadap - hadapan dengan dunia. saya belum siap meninggalkan ritual cokelat pagi hari saya.

Sabtu, Februari 11

jalinan hati


dia adalah rangkaian hati yang terjalin manis.
dia adalah satu kesinambungan, tanpa awal dan tanpa akhir.
dia berbentuk lingkaran.

ini hari pertama aku bersama dengan dia.
dia yang mengingatkanku pada kamu :)
kejadian ini sederhana saja, beberapa akan bilang bahwa kamu memberikannya pada saya hanya karena rentetan kebetulan
tapi, sama seperti iman saya bahwa santa itu ada,
saya menyimpan secuil rasa percaya bahwa di dunia tidak ada yang namanya kebetulan
bagaimana bisa dibilang kebetulan, jika dulu sekali jiwa saya dan jiwa kamu sudah bersua dan saling berjanji?
jika kita sudah bersepakat untuk bertemu dan berbagi mimpi?

siang ini, saya biarkan dia menggenggam hati dan jari kelingking saya
kenapa jari kelingking?
karena konon, dua insan yang ditakdirkan bersama,
dihubungkan oleh benang merah takdir, yang melingkar di jari kelingking masing - masing
dan sungguh, saya tahu bahwa ada benang merah melingkari jari kelingking saya
lalu benang itu terentang panjang, panjang sekali ..
ujung benang berakhir di jarimu
membelit aku dan kamu, menyatukan masa depan kita
sayangnya, orang lain tidak bisa melihat benang ini
maka saya tegaskan dengan dia

dan lagi, dengan begini
saat saya rindu kamu
saya cukup menghayati lekat dia di jari saya
dan itu, meski tak sama, namun cukup menggantikan

dia, cincin itu,
adalah dirimu dalam versi mini,
yang bisa saya bawa kemana - mana


*terinspirasi cincin kecil hadiah snack gulai ayam

tunggu, kamu serius?

apa? tunggu dulu!! kamu serius??
apa kamu serius berpendapat bahwa dia, mengingat saya pun tidak?
apa kamu serius mengira bahwa saya sama sekali tidak ada artinya buat dia??

kamu jahat
saya tidak menyangka kamu tega bicara begitu

sungguh,
saya kira kamu paham

bagaimana bisa? apakah saya tidak cukup menarik untuk dicintai dia?
ini tidak adil. kamu tidak adil.

sudahlah, lebih baik saya pergi

Jumat, Februari 10

ah, jadi itukah alasanmu diam?

ah begitu ..
aku paham sekarang kenapa kamu memilih untuk tidak menjawab

jujur saja,
mungkin kali ini kamu salah

saya rasa
itu
tidak tepat
disebut
sebagai
obsesi

saya bisa saja menghilangkan si cokelat dari ritual pagi saya

tapi pikirkan ini
buat apa saya mengilangkan dia jika saya bisa saja hidup dengannya?

sama halnya
ikan mana, yang jika diberi pilihan dengan atau tanpa air
akan memilih tanpa air?

Kamis, Februari 9

cokelat?

"dia berubah!" tiba - tiba tak bisa kutahan keinginanku untuk mengutarakan pendapat subyektif itu. sore ini, seperti biasa ada aku, dan kamu yang selalu sibuk dengan laptopmu.
"dia siapa? power ranger?" kudaratkan kepalan tangan di puncak kepalamu. bukan itu tanggapan yang ingin kudengar.
tapi aku tahu bahwa kamu tahu siapa dia yang kumaksud. dia, yang sudah 23 hari ini selalu kudengungkan namanya. dia, yang seperti cokelat manis hangat.
"belakangan ini dia aneh" aku kembali mencoba menarik perhatianmu
"aneh gimana? kayak zordon?" jawabmu asal, tanganmu kau angkat untuk melindungi kepala
"belakangan ini, sulit sekali nyambung sama dia. kami seperti ada di dunia yang berbeda .."  dan pikiranku melayang ke hari - hari lalu. di saat aku pertama kali mengenal dia, dan tergila - gila.
harus kuakui, sekali ini aku serius berpikir bahwa aku sudah menemukan belahan jiwa. bagaimana sejak awal, aku dan dia bisa saling memahami tanpa penjelasan. bagaimana aku merasa mengenal dia sejak kali pertama memandang. mungkinkah aku ... salah?
mungkin selama ini hanya bagian kecil dari dirinya yang aku tahu. mungkin selama ini dia hanya menyesuaikan diri denganku, dan kini mulai merasa lelah. mungkin aku yang kemarin hari menyesuaikan diri dengannya, dan kini lelah. atau mungkin kami memang sebenarnya cocok hanya saja .... entahlah, aku tidak bisa memikirkan penjelasan untuk perubahan ini.
"menurutmu aku harus gimana?" rutinitas, aku selalu merasa perlu menutup percakapan kita dengan tanya itu. tanya yang menggantung tipis tapi susah sekali ditepis.
kamu diam. matamu terpancang pada layar laptop, tanganmu sibuk dengan mouse menghasilkan bunyi klik-klik yang terdengar gurih di telinga. perlahan kamu bergerak, mengedarkan pandangan sebelum akhirnya mendarat di segelas cappucino yang mengepul di sebelah siku kirimu. dengan khusyuk kamu menggerakkan tangan, mendekatkan bibir cangkir ke bibirmu lalu menyeruput dengan mata terpejam. kamu menghela nafas panjang.
"kopi hari ini enak sekali.." dan hanya itu yang kamu katakan. aku paham. kamu ingin bilang bahwa tak ada yang perlu kulakukan. aku paham, bahwa menurutmu aku tak bisa mengubah keadaan. yang aku tak paham : kenapa? tidakkah seharusnya kamu menyarankanku untuk lebih dulu mencoba?
aku ingin dia bisa menjadi seperti cokelat manis hangat. bagian dari rutinitasku. pembuka dari ritual pagi hariku, yang selalu sempurna saat dikombinasikan dengan menatap matahari terbit.
untuk kali pertama, kurebut cangkir kopi dari tanganmu, kukecap sedikit. hei, kenapa kamu tak pernah memberitahuku bahwa kopi juga bisa terasa manis?

Rabu, Februari 8

sepuluh kedua

ada jeda panjang bukan berarti saya lupa
kamu tahu betapa mudah konsentrasi saya terpecah, dan bagaimana saya selalu terbenam dalam euforia pengalaman baru
dunia berputar sangat cepat di belahan bumi sini, bagaimana disana?

saya ingin kembali tepat di titik ketika dulu saya mengambil jarak : tawamu ketika kita hanya berdua
dan inilah banjir memori yang terjadi setelahnya

11. kamu pecinta berat putih telur, tapi tidak pernah suka rasa kuning telur. saya? sebaliknya. maka saat - saat makan telur selalu jadi menyenangkan ketika kamu ada. saya suka itu.

12. kamu menghormati keinginan saya untuk menjadi ovo-lacto-vegan saat itu. maka kita selalu butuh waktu lama setiap memutuskan tempat makan, mengingat tidak banyak sayur yang saya doyan, tapi kamu tidak pernah keberatan. saya suka itu.

13. kamu pecinta komik, ada banyak komik tersusun di lemari bukumu. yang sudah kamu baca berulang - ulang dan kamu hapal isinya. tapi selalu kamu baca lagi dan lagi. saya suka itu.

14. kamu punya kebiasaan mengacak rambut saya sebagai ganti salam. saya suka itu.

15. kamu memahami obsesi saya pada ketepatan waktu, terutama pada hari - hari penting, dan dengan sukarela berpartisipasi dalam acara kejar-kejaran dengan detik jam. saya suka itu.

16. sepanjang ingatan, kamu selalu memakai kacamata, sering kali tanpa frame. saya suka itu.

17. kamu tidak merokok, dan sepanjang yang saya tahu tidak mengkonsumsi narkoba atau minuman keras. saya suka itu.

18. kamu memanggil saya 'nonik' dengan nada yang penuh sayang, dan mau tidak mau saya memperhatikan bahwa kamu selalu tersenyum setiap kali saya memanggil kamu 'ooh'. saya suka itu.

19. kamu selalu melembutkan nada bicaramu ketika bicara dengan saya, bahkan ketika saya membuat kamu marah, sering kamu memilih diam dan bukan berteriak. kamu memahami betapa saya sensitif pada kata dan nada. saya suka itu.

20. kamu yang pertama menanamkan gagasan tentang punya banyak anak di kepala saya. tiga anak kandung dan sembilan atau lebih anak adopsi. yang kesemuanya akan kita cintai sama besar. kamu mengajari saya untuk menggandakan hati, dan bukannya membagi. saya suka itu.

coklat manis hangat

kamu terasa hangat, selalu, entah karena apa ...
mungkinkah hangatmu akumulasi, dari semua minuman panas yang selalu kamu konsumsi?

yang saya rasa,
kamu tak ubahnya segelas coklat manis hangat
yang memanjakan lidah sejak kecap pertama
yang radiasi nya terasa dari ujung jari sampai hati

dan tak ada yang bisa menolak ketika disuguhi secangkir coklat manis hangat
dan tak ada yang bisa menolak ketika kamu hadir dengan pribadimu yang manis dan hangat :)

Senin, Februari 6

gelas pecah hanyalah gelas pecah


kamu adalah manusia mitos
bagimu, kebijaksanaan terkandung dalam tiap - tiap pepatah lama
dan setiap larangan orang tua dibuat karena alasan yang sakral

karena itulah kamu tak pernah mau tidur dengan kepala menghadap arah utara,
tidak mau duduk - duduk di depan pintu,
selalu menerima makanan dan minuman dengan tangan kiri terlebih dahulu,
tidak mengijinkanku mengusap puncak kepala bayi yang baru lahir,
mencabut sehelai rambut tiap habis mimpi buruk,
menggantungkan cermin di pintu depan rumah,
mengobrak - abrik seisi rumah demi menemukan cicak yang baru jatuh dan mendarat di atas kepala,
dan sebagainya, dan sebagainya, dan sebagainya

ingat kali terakhir tali sendal jepit saya putus?
kamu menghabiskan sebulan penuh keluar masuk tempat ibadah, setiap hari
memohon agar jangan ada anggota keluarga yang meninggal
entah doamu yang manjur atau memang tali sendalku yang aus
yang jelas, operasi tumor otak pamanmu berjalan sukses
tidak ada anggota keluarga yang meninggal

sayang,
ada sesuatu yang ingin kusampaikan kepadamu
seandainya aku bisa
ada kalanya sayang
gelas pecah hanyalah berarti gelas yang pecah
dan tidak lebih

bukan salahmu jika ada sesorang yang meletakkan gelasnya di ujung meja, lalu gelas itu tersenggol sikumu, jatuh ke lantai dan pecah
percayalah sayang, ini memang sudah tiba waktuku pulang
dan tidak ada apapun yang bisa membatalkan kepulanganku
bahkan tidak doamu yang begitu khusyuk dan penuh air mata
percayalah, kecelakaan itu terjadi, sama sekali bukan karena kamu memecahkan gelas
dan firasat sama sekali bukan kutukan

berhentilah menyalahkan dirimu sendiri

manusia kuda

"iya, jadi emang sifat orang mirip sama shio-nya. sama binatangnya!" kamu mengangguk - angguk dengan berlebihan. impresif sekali. aku memilih tersenyum saja. shio ku kambing. tapi tak berarti aku suka makan rumput dan mengembik kesana - sini.
"masa?" aku mengangkat alis. memancing kamu berbicara lebih panjang lagi. aku menikmati saat - saat kamu bicara, yang biasanya kuisi dengan membiarkan pikiranku berkelana kemana - mana. tapi tidak malam ini.
"misalnya aku nih ya! kan shio aku kuda nih!! aku emang mirip gitu! liat aja cara kerja ku!" nah, nada bicaramu sudah mulai bertaburan tanda seru. mungkin ini saatnya kita mengambil jeda untuk kembali mengisi gelas penuh - penuh. tapi kamu bahkan tidak mengijinkan kita untuk sekedar menghela napas.
"aku kan kalo kerja rasanya selalu lari - lari, ga puas kalo dalam sehari aku sempet duduk diem! aku nih ya, pengen ngumpulin duit banyak - banyak makanya ayo juga gila kerja banget!!"
haduuuuh, memang kamu masih mau mengumpulkan seberapa banyak lagi?
"duitnya buat apa?"
"ga ngerti juga sih. tau aku duit di rumah selalu kurang. kali dipake anak - anak yah? yang penting buat aku mah kerja!! dari pagi sampe malem, pulang tidur, besok start dari awal lagi!! ntar kalo duit udah banyak, kan bisa dipinjem tuh sama tetangga, sama temen, kita jadi punya banyak kenalan baik!! ntar kalo mereka pergi jalan - jalan, aku selalu dibawain oleh - oleh!!"
kenapa ga kamu pergi jalan - jalan sendiri? kenapa ga mau meluangkan waktu mengawasi anak - anakmu?
"ga pengen istirahat?"
"nanti, kalau udah kaya!!"
dan demi Tuhan, kekayaan macam apa yang sebenarnya kamu cari? rumah mewah, mobil, motor, perhiasan, dan segala pernak - pernik duniawi itu belum cukup? untuk apa kamu bekerja siang malam, jika uang itu hanya akan kauhamburkan tanpa bekas?
"tuh kan, aku mirip kuda?? aku pekerja keras! kalo orang lain puas jalan, aku mah lari haha. tapi ya lariku emang agak sradak sruduk sih. yang penting lari!!"
demikian kesimpulan abstrak yang kamu buat dari pembicaraan malam ini.

dan saya merasa perlu bilang :
dulu, ketika bicara kuda, yang kubayangkan adalah mustang liar, bukan kuda beban.
jadi yah,
terima kasih karena malam ini kamu sudah merusakkan segala fantasi saya tentang kuda yang eksotis
selamat malam, dan terkutuklah, wahai manusia kuda perusak mimpi!

Jumat, Februari 3

lucu


lucu.
selalu lucu ... membaca tulisan - tulisan yang kamu bikin!
mulai dari kicauan di dunia maya, komentar - komentar di sana - sini, tulisan panjang di blog
rasanya saya bahkan sanggup mengapresiasi tulisanmu di atas nota order
dan jujur saja, saya ketagihan mengapresiasi kamu


kamu tahu, malam lalu sepertinya saya kembali memimpikan kamu. atau mungkin juga melamunkan. entahlah, sulit membedakannya sekarang.
kamu ada di setiap detik saya, hingga rasanya tak perlu lagi memilah - memilah. yang mana angan, yang mana mimpi, yang mana khayal.
toh, semuanya sama-sama dalam pikiran. kapan kamu akan hadir secara nyata?

sesungguhnya saya ingin lebih dulu menyapa, memastikan kamu tahu saya ada .. tapi mungkin sebaiknya tidak.
sebut saya konvensional, tapi bukankah wanita memang semestinya hanya menunggu??
yah, tampaknya semesta memang berselera humor tinggi. dibuatnya saya merindukan kamu setengah mati, tapi tak diberi kesempatan mendekat barang seinci.

Rabu, Februari 1

darimana asalnya mimpi-mimpi?

saat ini pukul 23:19 menurut arlojiku. kamu pasti sedang lelap. bisa aku bayangkan, matamu terpejam erat, nafasmu naik turun dalam harmonisasi yang ingin kudengar, pipimu tercetak jejak bantal. tapi bibirmu tetap menyungggingkan senyum itu. senyummu mengabarkan pada dunia bahwa kamu sedang mimpi indah. dan sungguh aku ingin tahu siapa yang ada dalam mimpi indahmu. mungkin nanti, aku juga akan menceritakan mimpiku. kamu boleh pilih mau dengar yang mana, tapi sejauh yang kuingat semua mimpiku belakangan ada kamunya :)

Jumat, Januari 27

bicara #cintakalipertama

ingatkah kamu pada hari itu? pertama saya menatap kamu dengan senyum malu - malu
wajah saya rasanya panas saja dan detak jantung, berdebar terlalu keras
perlahan saya tangkupkan tangan di atas dada,
berjaga - jaga agar jantung tak melompat keluar atau barangkali malah meledak di dalam sana

hari itu, esoknya, dan esok esoknya lagi ..
hanya kamu yang terbayang - bayang

entah apa alasannya. apa senyummu, apa matamu, apa tawamu, apa mimik wajahmu.
tidak tahu
barangkali gabungan kesemuanya
lalu entah mulai sejak kapan, kamu setia mengisi mimpi dan doa - doa saya
sungguh saya berharap kamu bukan sekedar angan,
nyata ada untuk mengisi hati dan hari, mungkin juga lengan saya

begitupun, tidak pernah sekali saya terlebih dahulu menyapa atau sekedar melempar tanya
entah bagaimana jantung saya nantinya jika telinga dipaksa mendengar kamu berkata - kata
saya sudah puas sekedar mencuri - curi lihat.
menanyakan data pada orang ketiga, mungkin keempat. berapa lah, saya kehabisan hitungan
saya mengenalmu dalam ketidaktahuan



saya, dengan noraknya, mulai rajin menulis namamu
rapi dan kecil - kecil
dimana - mana
ada harap yang saya semat dalam tiap garisnya

terhitung tujuh kali saya ikut merayakan ulang tahunmu dalam lantunan sunyi
menanyikan lagu ulang tahun yang tak pernah terdengar
tujuh tahun. delapan puluh tiga surat. seratus tujuh puisi dan delapan ratus tiga puluh lima doa pendek.
semua tentangmu tanpa kamu tahu


akhirnya saya menyerah

berpegang pada cinta yang usang membuat hati gersang

saya memandang kamu lagi,
dari mata yang tujuh tahun lebih tua
entah apa yang membuat saya jatuh cinta sebegini lama .. kamu kah?
atau mungkinkah saya hanya jatuh cinta pada gagasan untuk jatuh cinta?

empat tahun kemudian, saya melihat foto kamu dengan dia
ada sengatan rasa cemburu, kecil saja
atau mungkin itu iri
saya iri padamu, dan orang - orang yang mencinta
kamu tahu? kini tak mudah bagi saya untuk jatuh cinta atau bahkan sekedar sayang ...
mungkin hati saya sudah tutup buku atau syaraf sudah mati rasa. entah yang mana
saya tidak tahu dan tidak berminat untuk mencari tahu
cukup bahwa saya pernah jatuh cinta dan akan, suatu saat nanti
dengan pria pilihan calon anak - anak saya
sekarang ini biar hati saya rehat dan otak saya siaga
puas dengan merangkai kata dari kisah cinta yang saya saksikan tanpa perlu saya cicipi
menghayati pahit manis cinta tanpa saya perlu ikut jatuh tersungkur


begitulah akhir dari #cintakalipertama

Senin, Januari 16

di tengah UAS Genetika Mikrobia

tik tik tik tik
detik jarum jam terus bergerak
garis kurus panjang berjalan tertatih - tatih
namun tiap langkahnya seolah menghentak

dan kau merasakan waktu merembes keluar dari pori - pori kulitmu

mendaki
turun lagi
kembali mendaki
turun lagi
lalu naik
terus begitu berpola lingkaran tiga ratus enam puluh derajat penuh

kamu mengamati tiap geraknya
berharap waktu dapat membeku cukup lama
untukmu dapat membuka buku, mencari jawab, balik duduk
lalu waktu kembali berjalan
dan kamu menulis jawaban dengan santai, seolah memang tak pernah ada jeda

Jumat, Januari 13

kamu, ransel special saya

kalau ditanya apa arti kamu buat saya ...
eumm, entahlah,
saya juga tidak tahu harus menjawab apa


jawaban seperti apa yang kamu harapkan?
apa kamu ingin mendengar tentang betapa kamu adalah udara,
yang tanpanya saya tidak bisa hidup?
eum, sejujurnya tidak tepat begitu!

mungkin lebih tepat jika dikatakan bahwa kamu seperti ...... ransel ?
ya! tas ransel!!

karena kalau mau bicara logis, saya toh memang bisa bertahan tanpa kamu
faktanya, kamu bukan inti dari eksistensi saya
jika tidak ada kamu pun, saya bisa hidup normal!
terdengar kejam? tapi begitulah faktanya

saya memang bisa hidup tanpa kamu,
tapi pada akhirnya saya toh tetap memilih untuk mempertahankan kamu
untuk memastikan kehadiranmu dalam hidup saya
menjadikan kamu bagian penting dalam keseharian saya

orang lain mungkin tidak paham ini tapi saya yakin kamu bisa mengerti :)
tidakkah kamu sadari bahwa saya selalu membawa-bawa tas ransel dimana pun saya berada, bahkan di dalam rumah?
bahwa saya merasa senang dan penuh percaya diri ketika ada ransel yang bertengger di punggung saya?
bagaimana saya mengisi ransel dengan segala benda yang saya suka?
betapa saya berhati - hati dalam merawat dan bahkan meletakkan ransel saya?
bukankah kamu melihat obsesi saya pada ransel?

nah, itu arti kamu buat saya :)

Jumat, Januari 6

bisik bintang di langit

24 jam setiap hari, saya mengikuti keseharianmu
meski tak sekalipun kamu pernah tahu
saya berlari kencang-kencang, berpacu dengan waktu, mengikuti perputaran bumi hingga ke tiap derajatnya
semua itu saya lakukan, agar bisa terus berhadap-hadapan dengan kamu

karena saya mengagumi kamu dan sekaligus iri padamu
lucu, bagaimana mereka memberi nama yang sama bagi kita berdua
saya bintang dan kamu juga bintang
bedanya, saya di langit dan kamu di laut. dua tepi yang saling berhadap-hadapan.

tahukah kamu, betapa saya ingin bertukar posisi dengan kamu, yang ada di laut?
saya iri
tentang bagaimana kamu dengan mudahnya menjadi bagian dari dunia saat yang saya punya hanya kesempatan untuk mengamati
tentang bagaimana saya hanya eksis 8 jam dalam sehari sementara kamu boleh dikunjungi sewaktu-waktu
tentang bagaimana kamu dapat dilihat jelas, dengan mata telanjang, sementara saya tidak

sungguh saya ingin punya kesempatan untuk bertanya pada Tuhan,
kenapa, sekalipun nama kita sama, kita dipisahkan oleh garis hidup yang demikian berbeda?

bisik si bintang laut

duduk-duduk di sini
memandangi kamu ..

tahu bagaimana pemandangan ini terlihat di mata orang-orang?

seperti bintang laut berbaring memandangi bintang di langit
bertanya : mengapa kita diciptakan serupa tapi tak sama?
mengapa hanya kamu, yang diijinkan untuk bersinar dan menikmati pemandangan dari ketinggian?
mengapa kelima sudutmu selalu digambarkan cantik dan aku tidak?
mengapa kamu seolah punya lima sayap, dan aku hanya punya lima tangan?
lima tangan yang terpentang dan mencengkeram bumi erat-erat
mempertahankan diri diam di satu titik .... hanya supaya bisa memandangi kamu di atas sana
hanya supaya bisa mempertanyakan pertanyaan-pertanyaa yang sama
sepanjang hari seumur hidupku

mengapa mereka menamaiku bintang jika mereka tidak pernah berniat mengagumi?

Minggu, Januari 1

ceracau hujan

sayang, coba longok keluar jendela mu, dunia sedang hujan
lalu, apa yang kau lihat dari balik tirai yang disibak?
langit kelam? awan pekat?
hujam air dari langit
atau rinai yang disinari lampu jalan?

Sayang, ini aneh sekali
entah jendela saya yang salah atau jiwa saya yang salah
rasa - rasanya di tiap tetes air terpantul bayang senyummu
dan butir - butir air yang mengetuk jendela .. mereka mendendangkan namamu
dendang manis yang lalu digemakan bertubi - tubi
oleh hujan yang memukul aspal keras

Sayang,
katakanlah bahwa ini semua bukannya luar biasa
ini disebabkan oleh cinta
lalu, nyatakanlah bahwa kamu merasakan hal yang sama