Rabu, Juni 5

tanya

Papa,
jika reinkarnasi memang ada ..
bolehkah aku bertemu Papa lagi nanti?
bolehkah aku, sekali lagi, lahir sebagai anak Papa?
bolehkah?

harapan di atas gula

satu kue disajikan
penuh hiasan cokelat dan gula gula
dua angka berwarna merah dibakar di atasnya
bibir gadis itu merekah dalam senyuman
ada serentet selamat diberikan kepadanya
bersama untaian doa

'make a wish dulu' bisik pria itu di telinga nya
'apa lagi yang perlu kuminta? aku sudah memiliki dunia'
gadis itu mendesah, menyandarkan kepalanya di pundak si pria
'pasti ada. ayolah.' desaknya

maka gadis itu mengatupkan tangan
memejamkan mata

sesungguhnya ada satu harapan yang bertahun ini dipendamnya
sesungguhnya ada doa yang bertahun ini diulangnya
barangkali sekali lagi,
barangkali jika hari ini,
maka gadis itu menyiapkan diri
bisa dirasakannya air mata menyumbat tenggorokannya
bisa dirasakannya sepi merambati hatinya

'aku ingin', dendangnya pada Tuhan
'satu kali lagi saja. satu kali saja, bertemu kembali dengan Papa.
satu kali lagi saja. satu kali saja, bisa memeluknya'

ditelannya kembali tangis yang siap meledak
perlahan, mata itu kembali terbuka
di hadapannya ada dua pijar cahaya
barangkali itulah cahaya harapan
karena harapan memang seharusnya tampak demikian
bersinar sinar dan manis oleh hiasan gula gula

di hadapannya ada dua pijar harapan
diamatinya perlahan dengan senang
lalu dihembuskannya udara perlahan

harapannya mati bersama dua pijar cahaya
tak apa,
mati pun tak mengapa
sudah sejak lama dia tahu
tak ada seorang pun yang mampu mewujudkan harapnya







gadis itu diam, tersenyum
tahu,
tahun depan ia akan mengulang harapan yang sama

dua hati berjalan bersisian

aku rindu ..
berjalan bersamamu
bersisian
menciptakan jejak dua pasang kaki yang berjalan seiring

aku tak akan ambil pusing tentang tempat atau waktu
kita, boleh jadi menyusuri garis pantai
dengan barisan nyiur di sisi kiri kita
dan lembayung senja menyemburat di kanan
boleh juga kita berjalan mendaki
dengan jurang di satu sisi, tebing di sisi lain
juga padang edelweiss siap menghampar di garis pandang

tangan kita terayun bebas di sisi tubuh
bukan karena kikuk atau canggung
tapi karena hati kita sudah lama bertaut dan saling menghangatkan
jika kita lebih dekat dari ini,
takutku kita akan sama - sama terpanggang

aku rindu ..
berjalan bersamamu
bersisian
menciptakan jejak dua pasang kaki yang berjalan seiring

setidaknya bagi mereka, yang nantinya merunuti jejak ini
kita akan tampak seperti dua hati
berjalan bersisian
setidaknya bagi mereka
'kita' masih ada dan baik baik saja

aku rindu menggarisi bumi dengan langkah kita
bukan langkah aku dan kamu