Rabu, September 28

tahun ini : kali pertama

uhmm
tahun ini, akhirnya saya merasakan 'ulang tahun orang normal'

khusus tahun ini
saya hilangkan reminder di facebook
tidak saya berikan pesan pengingat ke orang-orang terdekat

biar tahun ini berjalan sepi saja
biar ta banyak yang tahu
saya diam saja disini
memandangi satu-satu

Jumat, September 23

birthday wish

jadi ingat
saat saya berulang tahun, biasanya kamu selalu bertanya : mau kado apa?
lalu saya akan bilang : banyak
dan memberi sederet panjang daftar hal-hal yang saya inginkan

tahun ini yang saya inginkan cuma satu : kamu!
dan saya nggak lagi butuh yang lain-lain

saya cuma mau melewatkan satu hariiiiii saja, bersama kamu, berdua
kamu boleh mengantar saya kuliah pada pagi harinya
lalu kita bisa pergi makan siang nanti, setelahnya
kali ini, saya tidak akan rewel mengenai apa yang mau dan tidak mau saya makan
lalu setelahnya kita bisa pergi kemana saja, saya tak peduli, asalkan bersama kamu

malamnya, saya mau menikmati jogja berdua saja
tidak ada orang lain!!
di hari ulang tahun saya, sekali saja, ijinkan saya untuk egois
menghendaki kamu untuk saya seorang diri

saya ingin duduk berdua saja
di langit ada banyak bintang
dan di sekeliling kita cuma ada hening

kita duduk sebelah menyebelah
tangan saya tenggelam dalam telapak tanganmu yang besar dan hangat
orang-orang yang tidak tahu, bisa jadi menganggap kita sepasang kekasih
dan mereka tidak sepenuhnya salah,
karena kamu memang adalah segalanya buat saya
kekasih hati, pasangan jiwa, kakak, sahabat, ayah~
kamu paket all-in-one terbaik yang pernah saya punya

seandainya bisa saya peroleh satu malam seperti itu
ingin saya berbincang tentang segalanya denganmu
mengungkapkan semua yang tak sempat terucap
meminta maaf untuk satu demi satu kesalahan
berterima kasih untuk masa keemasan hidup saya
dan berkali-kali mengatakan : aku menyayangi kamu, mencintai kamu
hanya supaya kamu percaya, betapa itu adalah satu kejujuran

saya ingin berbincang hingga lelah
hingga saya tertidur dalam pelukan kamu
jika bisa, saya ingin terbenam dalam dekapanmu selamanya

sungguh, kamulah satu-satunya hadiah yang saya butuhkan
semoga Tuhan tahu itu

Selasa, September 20

gores #1

tiba" rindu masa sma .. jaman terbit dan terbenamnya matahari sudah pasti dan letak bayangan bisa diprediksi

Minggu, September 18

bul : syawalan, makan", dan segala macam

sego wiwit. 17 September 2011. bulmates tumplek blek di sana. banyak banyak tawa. dan saya menikmati setiap detiknya.
masih berharap bul adalah fakultas dan saya bisa kuliah di sana saja.

Jumat, September 16

cita-cita saya .. sederhana saja

bicara tentang cita" ..
di dunia ini ada banyak cita-cita
beraneka ragam dan beraneka warna

cita-cita dan mimpi-mimpi rasa-rasanya adalah topik yang tidak akan pernah jadi membosankan,
bagi siapa saja dan kapan saja

sejak kecil,
saya sudah banyak mendengar cita-cita
dari banyak orang

ada yang begitu ambisius, begitu optimis, begitu megah, begitu idealis, begitu hangat ... segalanya ada!!

karena cita-citamu secara tak langsung akan menjadi penunjuk identitasmu
dia akan menjadi gambaran pribadimu

lalu, bagaimana dengan diri saya sendiri?
bagaimana dengan cita-cita saya sendiri?

sesungguhnya ..
cita-cita saya sederhana saja

sepintas lalu, saya memang tampak ambisius
ingin cepat lulus, ingin punya IPK cum laude, ingin mencapai pendidikan s3, ingin punya kedai ice cream, ingin jadi penyiar, ingin kerja sambilan di EO, ingin jadi MC sukses, ingin beli rumah untuk mama, ingin biayai dito kuliah, ingin punya pacar bule, ingin travelling keliling dunia, ingin foto" di Thailand, ingin bisa minum susu segar setiap pagi, ingin bisa cantik, ingin punya penghasilan tinggi, ingin ini, ingin itu, banyaaaaak sekali~

tapi sebenarnya, saya cuma punya satu yang benar" saya impikan sejak kecil

cita" saya
yang belum berubah sejak saya TK dan masih main boneka hingga sekarang, saat saya jadi mahasiswi dan hampir nyusun skripsi

itu sebuah mimpi, yang untuk mendapatkannya, saya bersedia menukarkannya dengan apa saja yang sudah dan akan pernah saya peroleh
sungguh, yang untuknya saya rela melupakan yang lain-lain

cita-cita saya .. sederhana saja
saya hanya ingin punya seorang suami yang mencintai saya, dan bisa saya cinta dengan keseluruhan hati, jiwa dan pikiran
saya mau memiliki seseorang yang mendengar saya mengoceh dari pagi hingga petang, setiap harinya, tanpa pernah merasa bosan
saya mau memiliki seseorang yang melihat saya menangis dan marah", dan tetap mengatakan bahwa saya cantik
saya mau memiliki seseorang yang berjalan di sebelah saya sambil menggenggam tangan saya erat
sungguh, saya mau memiliki seseorang yang akan dengan bahagia menghabiskan masa bersama saya
dan
nanti, dengan dia, saya ingin memiliki anak-anak yang dapat saya cintai seutuhnya, yang dapat saya sebut sebagai milik saya
dan
pada akhirnya nanti, dengan adanya mereka, saya dapat merasa memiliki rumah, akhirnya~

tempat untuk saya pulang kapan saja saya mau ..
yang saya tahu pasti bisa menerima saya apa adanya

bagi saya,

cita-cita ini sederhana saja, kamu lah yang membuatnya jadi impian yang begitu kaya ..
entah Tuhan menganggapnya muluk" atau tidak ...

Jumat, September 9

change

sepintas lalu kalo orang ngeliat kayanya saya ini ya begini" aja orangnya banyak ketawa. banyak bercanda. sering tiba" diem. dan random padahal sebenernya engga. saya berubah, atau lebih tepatnya, berkembang. saya sekarang tetep ketawa, tapi kebahagiaan saya lebih membumi. saya tahu rasanya sedih, rasanya sakit, dan rasa itu ga pernah saya lupa. saya juga banyak bercanda. tapi sekarang bercanda saya lebih hati-hati. dan sebagian hati saya tetep serius, ga terbawa suasana sekarang saya merasa sedikit lebih dewasa, berkat adanya ini-itu. saya merasa siap jatuh sekarang, karena kaki saya tetap menjejak di realita sementara kepala saya menyembul di awan-awan harapan :)

Kamis, September 8

sepertinya lebih mengerti

jadi keinget .. dulu jaman masih labil (kaya sekarang engga aja :p ) paling benci nonton pertandingan olahraga! bukannya kenapa", tapi dari dulu saya selalu ga suka mendengar ocehan sang komentator ga cuma sekali dua saya nyeletuk : "ah bisanya ngomong doang, kalo disuruh turun lapangan juga ga bisa ngapa"in" dulu saya beranggapan, orang yang hanya bicara tanpa bertindak sama sekali ga perlu didengarkan .. dulu, saya selelu berpikir bahwa komentator dan kritikus itu ga diperlukan baru akhir" ini saya paham sepenuhnya bahwa manusia diciptakan dengan perannya masing". ga semua orang harus bisa main sepakbola. sama seperti ga semua orang harus bisa ngasi komentar. dan sejak paham itu, saya ga lagi menganggap remeh komentator. saya belajar mendengarkan komentator dan kritikus.