aku ga suka dengan cara masyarakat menjadikan 'anjing' sebagai kata makian. bagiku, anjing lucu, setia, pintar dan jauh dari berbagai predikat negatif yang dilekatkan semena - mena pada namanya. mungkin hanya itu yang bisa kunyatakan sehubungan dengan anjing. tak perlu lah aku menuliskan apa saja yang kusuka, dunia sudah tahu. atau haruskah aku menuliskan mimpiku, yang di dalamnya ada anjingnya?
begini, waktu kecil aku pernah memelihara 2 ekor anjing, namanya Tom dan Jerry. kamu pasti bisa menebak asal nama itu. Nah, dua anjing ini, benar-benar dan sungguh-sungguh kusayang. mereka tumbuh bersamaku hungga akhirnya punya banyak anak dan hilang. Hilang, dalam artian anak-anaknya diberikan pada kenalan sedangkan induknya pun akhirnya bernasib sama. Aku patah hati.
Lama sesudahnya, aku mendapat satu lagi anak anjing lucu sekali, entah bagaimana sekarang aku tidak bisa ingat namanya, sekeras apa pun kugali memori. kali ini mati, karena tanpa sengaja menelan tulang kecil yang tertinggal di kerongkongannya. aku patah hati. lagi. lalu aku mendapat anak anjing lagi, yang akhirnya juga mati. karena masuk angin. dimandikan mami siang-siang waktu masih kecil usianya. mamiku berniat baik tapi tetap aku patah hati.
lalu sejak saat itu, hadiah berupa binatang perliharaan dihentikan. aku lelah patah hati.
dan baik di sma hingga saat ini aku tidak lagi punya anjing yang bisa kusebut sebagai milikku sendiri, yang bisa kuajak tidur di kamarku dan kucintai lebih dari apa pun.
dan baik semasa sma hingga saat ini, aku tetap mendamba suatu hari akan datang sebuh kotak berpita, yang ketika kubuka akan keluar cakar lucu dan melompatlah seekor anak anjing. yang lucu. anjing yang binatang dengan segala sifat positifnya. bukan anjing yang manusia dengan segala sifat negatifnya.
begini, waktu kecil aku pernah memelihara 2 ekor anjing, namanya Tom dan Jerry. kamu pasti bisa menebak asal nama itu. Nah, dua anjing ini, benar-benar dan sungguh-sungguh kusayang. mereka tumbuh bersamaku hungga akhirnya punya banyak anak dan hilang. Hilang, dalam artian anak-anaknya diberikan pada kenalan sedangkan induknya pun akhirnya bernasib sama. Aku patah hati.
Lama sesudahnya, aku mendapat satu lagi anak anjing lucu sekali, entah bagaimana sekarang aku tidak bisa ingat namanya, sekeras apa pun kugali memori. kali ini mati, karena tanpa sengaja menelan tulang kecil yang tertinggal di kerongkongannya. aku patah hati. lagi. lalu aku mendapat anak anjing lagi, yang akhirnya juga mati. karena masuk angin. dimandikan mami siang-siang waktu masih kecil usianya. mamiku berniat baik tapi tetap aku patah hati.
lalu sejak saat itu, hadiah berupa binatang perliharaan dihentikan. aku lelah patah hati.
dan baik di sma hingga saat ini aku tidak lagi punya anjing yang bisa kusebut sebagai milikku sendiri, yang bisa kuajak tidur di kamarku dan kucintai lebih dari apa pun.
dan baik semasa sma hingga saat ini, aku tetap mendamba suatu hari akan datang sebuh kotak berpita, yang ketika kubuka akan keluar cakar lucu dan melompatlah seekor anak anjing. yang lucu. anjing yang binatang dengan segala sifat positifnya. bukan anjing yang manusia dengan segala sifat negatifnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar