kamu adalah manusia mitos
bagimu, kebijaksanaan terkandung dalam tiap - tiap pepatah lama
dan setiap larangan orang tua dibuat karena alasan yang sakral
karena itulah kamu tak pernah mau tidur dengan kepala menghadap arah utara,
tidak mau duduk - duduk di depan pintu,
selalu menerima makanan dan minuman dengan tangan kiri terlebih dahulu,
tidak mengijinkanku mengusap puncak kepala bayi yang baru lahir,
mencabut sehelai rambut tiap habis mimpi buruk,
menggantungkan cermin di pintu depan rumah,
mengobrak - abrik seisi rumah demi menemukan cicak yang baru jatuh dan mendarat di atas kepala,
dan sebagainya, dan sebagainya, dan sebagainya
ingat kali terakhir tali sendal jepit saya putus?
kamu menghabiskan sebulan penuh keluar masuk tempat ibadah, setiap hari
memohon agar jangan ada anggota keluarga yang meninggal
entah doamu yang manjur atau memang tali sendalku yang aus
yang jelas, operasi tumor otak pamanmu berjalan sukses
tidak ada anggota keluarga yang meninggal
sayang,
ada sesuatu yang ingin kusampaikan kepadamu
seandainya aku bisa
ada kalanya sayang
gelas pecah hanyalah berarti gelas yang pecah
dan tidak lebih
bukan salahmu jika ada sesorang yang meletakkan gelasnya di ujung meja, lalu gelas itu tersenggol sikumu, jatuh ke lantai dan pecah
percayalah sayang, ini memang sudah tiba waktuku pulang
dan tidak ada apapun yang bisa membatalkan kepulanganku
bahkan tidak doamu yang begitu khusyuk dan penuh air mata
percayalah, kecelakaan itu terjadi, sama sekali bukan karena kamu memecahkan gelas
dan firasat sama sekali bukan kutukan
berhentilah menyalahkan dirimu sendiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar