Rabu, Januari 26

adegan (04)

saya membaca sebuah kutipan hari ini : "jika dunia memberi kamu seribu alasan untuk bersedih, tunjukkan bahwa kamu punya sejuta alasan untuk tersenyum"

betapa beruntungnya umat manusia,
yang mampu menemukan sejuta alasan untuk tersenyum
selalu, ketika dunia memberi saya seribu alasan untuk bersedih, saya tidak pernah memiliki satu juta alasan untuk tersenyum .. saya cuma punya satu, yaitu kamu .. dan itu lebih dari cukup untuk membahagiakan saya

Minggu, Januari 23

skenario cropcircle di sleman

nah,
kali ini saya mau nulis sebagai pengingat aja kok

buat yang kebetulan mampir, buka dulu aja
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6759207
sama
http://de.tk/HhHCP
aja deh
hahaha

nulis apa ya?
ini kali pertama kali ya, ada kejadian macem begini di Indonesia, di Jogja pula
kali ini cropcirle nya mirip sama yang ada di Rusia sama Inggris sono .. cuma kurang 'gede' dan kurang 'nyeni' aja kalo dibandingin

dan bisa dilihat, begitu fenomena yang terjadi tanggal 23 Januari 2010 ini muncul, langsung deh dibahas abis baik di kaskus, twitter, maupun fb
kita tinggal menunggu dan menerka" pemberitaan dan gosip macam apa yang akan ditampilkan media elektronik besok :p yah, semoga tidak berlebihan .. Jogja sedang tidak membutuhkan tambahan publisitas

haha
sembari menunggu, mari kita bikin skenario sendiri
berhubung saya penggemar romansa , maka kemungkinan" yang saya kemukakan di bawah ini akan sulit dicerna logika haha .. percaya sama keajaiban cinta aja gan ^^


1. di berbah sebenarnya dari dulu berdomisili alien wanita!!
jadi sebenernya sejak dulu, ada satu, mmm, orang (?) alien yang tinggal secara diam" di daerah berbah, sleman, ga ada yang tahu kenapa itu alien wanita bisa sampai di sini, mungkin dikutuk alien penyihir?? kita cuma bisa menerka" .. terus suatu hari ada pangeran alien yang bertekad untuk menyelamatkan putri ini jadilah dia dateng ke sini, dengan kendaraannya yang katanya bisa terbang itu, terus mendarat di sawah dengan landasan berdiameter 70meter. pangeran alien kemudian membawa si alien cewek kembali ke kerajaan alien di luar angkasa sana, dan mereka hidup bahagia selamanya


2. legenda roro jonggrang part 2
yah, simple aja sih, ini tuh kaya legenda terbentuknya candi prambanan gitu .. seorang gadis desa yang masih belia dilamar oleh tuan tanah di desanya. karena dia tidak menyukai si om", maka si gadis desa ini kemudian minta dibuatkan lukisan di tengah sawah! sayangnya, tidak seperti legenda roro jonggrang, si Om ini berhasil 'melukisi' sawah itu .. :) yah, kita tunggu saya undangan makan-makan atau liputan pesta pernikahan 7 hari 7 malam yang kemungkinan besar akan digelar sesaat lagi
dan kita tidak akan pernag tahu, apakah di masa depan legenda ini akan mengalahkan ketenaran candi prambanan :p hihihi


3. dis-oriented alien
jadi ada alien cowok, mau ngapelin ceweknya
tapi dasar si alien ga bisa baca peta, dia kebalik" antara rusia sama indonesia. abis mendarat di sawah, baru dia kaget .. 'kenapa warnanya ijo" semua???' berhubung ga familiar sama keadaan ini, si alien langsung tancap gas UFO nya, <-- inilah yang dianggap sebagai puting beliung itu, sesungguhnya hanya derum mesin dan asap knalpot saudara" 4. maaf, saya ngantuk .. belum ada skenario selanjutnya .. malem ini saya akan tidur nyenyak .. semoga si alien mau mampir di mimpi saya .. yang jelas, kalau dia memang alien, saya berharap dia vegetarian :p Jogja ga butuh banyak pertumpahan darah .. dan, kita semua tahu kenapa fenomena ini terjadi di sleman, bukan daerah lain : ini karena JOGJA MEMANG ISTIMEWA haha .. ga nyambung sih, mau numpang promo aja :p ps : semoga saya masih inget skenario ini buat suatu hari nanti diceritakan ke anak cucu pps : mari tunggu publikasi massal di infotainment sambil H2C apakah jalanan ke arah sleman akan padat merayap besok hahaha >.< *jangan sampe deh

Sabtu, Januari 22

adegan (03)

yah, andaikan saja, rumahku dan rumahmu berseberangan ..
aku akan bisa melewatkan setiap pagi dengan memandang keluar jendela
tepat pukul 06.00 kamu akan datang dari arah barat
tubuhmu penuh peluh, nafasmu satu-satu, tapi indah sekali di mataku
kamu akan membuka pintu gerbang rumahmu, yang berwarna merah, yang tingginya sepinggangmu
dengan tangan kanan, selalu tangan kanan, yang dihiasi handband warna putih
betapa familiarnya mataku dengan pemandangan ini
lalu kamu akan masuk ke dalam rumah
sejenak, aku bisa kembali menarik napas
mengeluarkan decak kagum yang selama itu aku tahan
lalu 35 menit kemudian
kamu akan keluar dari dalam
dengan jaket hitam tersampir di lengan kirimu
dengan mentari pagi merekah di senyummu
kamu siap menaklukkan dunia, satu kali lagi

aku, masih di sudut ini, memejamkan mata
memastikan bahwa tak ada sedetik pun dari rutinitas pagimu yang menggelincir keluar dari benakku

adegan (02)

pasti menyenangkan sekali seandainya rumah kita berhadap-hadapan .. dan kamu akan melewatkan banyak waktu duduk di balkon lantai dua rumahmu, sementara aku memandangi kamu, yang dibingkai jendela, dari dalam kamarku .. kamu, kacamata persegi, laptop hitam kesayanganmu, dan secangkir teh hangat yang mengepul :)

adegan (01)

dan saya mulai bertanya-tanya dalam hati, apa tujuanmu memetik senar" gitar itu di depan saya, menyanyikan lagu kesayangan saya .. jika tujuanmu adalah untuk mengambil hati saya, maka percuma saja .. sudah sejak lama hati itu saya berikan padamu, tak ada lagi yang perlu diambil
tak lagi kamu perlu bernyanyi .. sudah diam saja, bahkan dalam hening pun, saya akan tetap mencintai kamu^^ karena kamu selalu mampu membahagiakan saya, bahkan ketika kamu tidak melakukan suatu apapun

Senin, Januari 17

lima huruf diawali dengan 'R'

pernah kah kamu membaca suatu novel hingga terhanyut di dalamnya lalu tergila-gila pada cerita itu??
pernahkah kamu mengambil prinsip atau sikap hidup atau pendirian atau apalah namanya itu hanya berdasarkan tulisan seseorang?
pernahkan kamu mengagumi seorang penulis atas tulisannya, lalu menemukan dia di satu jaring pertemanan lalu jatuh cinta pada pribadinya?

saya pernah, untuk ketiganya

kamu tidak tahu bagaimana rasanya
mendadak saya ikut menjadi pujangga, karena dulu sekali kata-katanya telah melebur dengan hati saya

lalu suatu hari, penulis itu membalas sapaan saya di dunia maya!!
dan saya kini jatuh hati pada segala bagian dia
tanpa alasan yang jelas
tanpa latar belakang dan kronologis apapun
saya mendapati diri saya terhanyut dalam arus kehidupannya
dengan sukarela

dengan senang hati saya menceburkan diri dalam dunianya
menghabiskan waktu menatapi tulisan-tulisannya
mencari sebanyak mungkin benang merah di antara kami

sesungguhnya tidak ada hal penting yang ingin saya katakan kali ini
saya hanya sedang merasa nyaris meledak

saya,
baru saja
menemukan salah satu tokoh dalam tulisannya
yang mengilhami saya dan membuat saya percaya apa itu cinta
tokoh itu, jauh melebihi ekspektasi saya!!
dan betapa ramahnya
oh Tuhan! dia mengagumkan
tokoh itu bukan lagi tokoh
dan penulis itu tak pernah sekedar menjadi penulis

Sabtu, Januari 1

suatu sore di gazebo

Tiba-tiba saja aku ingat
Hari itu, aku dan kamu duduk bersama di gazebo, sore hari, ketika suasana mulai lengang
Dan kamu membuka sesi curhat kita dengan sebuah pertanyaan :
‘kamu percaya nggak sama yang namanya karma’
Ya, tentu saja aku percaya!
Tapi butuh waktu cukup lama buatku memutuskan, jawaban mana yang akan aku berikan buat kamu
Saya sudah cukup punya pengalaman dengan orang-orang yang fanatik dalam (maaf) agamamu
Dan saya kerap mendapat pertanyaan-pertanyaan yang memang ditujukan untuk menciptakan perselisihan ..
Tapi, kali ini, saya memutuskan untuk mempercayai kamu, percaya bahwa alasan di balik pertanyaan itu adalah baik
“itu ada di agamaku, dan aku percaya”
Kamu tidak puas dengan jawaban itu
Lalu .. mengalirlah cerita itu
Tentang ketakutanmu akan karma
Yang berhubungan dengan seorang gadis yang telah mengukir nama di sudut hatimu
Diskusi kita berlangsung panjang, tenang,
Dengan jeda di sana-sini
Kamu mengambil jeda untuk menata perasaan, untuk memikirkan ulang apa yang telah kamu dan aku katakan
Aku mengambil jeda untuk meresapi suasana, aku saat itu, sudah tahu, bahwa setelah ini, tak akan ada lagi kedekatan di antara kita, tak ada lagi ngobrol-ngobrol berikutnya
Bincang-bincang kali itu kita tutup tanpa kesimpulan
Kamu pulang dengan bingung yang menumpuk
Aku pulang dengan lelah yang menggelayut

Dan pembicaraan hari itu
Selalu aku ingat
Kalimat pembuka kamu, menjadi penguat buat aku
‘kamu percaya nggak sama yang namanya karma’
Dan kini, setiap kali aku sedih, marah dan merasa diperlakukan tidak adil .. aku hanya akan mengingat kalimat itu
Dan aku tahu, aku hanya sedang bertanggung jawab atas apa yang pernah kulakukan

Aku, sedang hidup sesuai ‘karma’ku