Kamis, Desember 29

caraku mencintaimu

menulis namamu di atas pasir, terhapus ombak pun tak apa, karena kenanganmu telah lekat diingatan

melukis wajahmu di atas angin, biar tak seorangpun melihat, cukup aku yang mengagumi indahmu

menyenandungkan namamu di tengah badai, agar tak satu pun dapat mendengar, aku tak rela mereka tahu

pasir, angin, dan badai adalah caraku mencintaimu

Senin, Desember 26

kumpulan cinta diam - diam

kumpulan ini diawali dengan

@d_winyu : mereka yang jatuh cinta diam-diam, mungkin hanya bisa menenangkan debar-debar dengan menggenggam tangan. sendiri. cc: 

dan berlanjut

@fleepfloph :  mereka yang jatuh cinta diam" mungkin hanya bisa meredam rindu dengan mengamati 

@d_winyu : mereka yang jatuh cinta diam-diam mengamati dengan mata sendu dan merapal doa syahdu.


@fleepfloph : iya memang saya memilih begini, mengamatimu berteman sepi, selamanya mengumbar sayang dari balik bayang  

@d_winyu : mereka yg jtuh cinta diam-diam, memilih untuk memuja malam-malam, mengirim salam lewat tangan, mungkin angin, mungkin bulan.


@fleepfloph : mereka yang jatuh cinta diam" tak pernah sepenuhnya diam mereka dendangkan cinta lewat sapa hangat, kerling mata dan senyum selewat


@d_winyu : mereka yg jatuh cinta diam2. butuh teguran teman, bahwa cinta tidak selamanya dalam hati, atau hanya mengamati


@fleepfloph : mereka yang jatuh cinta diam" perlu sebelumnya memantapkan hati. ini benar rasa? apa benar pertanda?


@d_winyu :  mereka, perlu bertanya, kepada hati, kmudian menyepi, apa benar kehilangan? jika iy, itu rasa yang pasti.


@fleepfloph : mereka perlu mengkaji ulang, apa cinta? apa sayang? apa kagum? apa perlu dinyatakan atau dibiarkan diam"?



@d_winyu : cinta setahu saya, butuh 2 hati untuk jatuh. kalau cuma sepihak, aduh, sedihnya. :(


@fleepfloph : cinta setahu saya, bisa jadi kuat. bergelantungan seorang diri pun tak apa, selama pihak satunya masih bisa dirasa


berbahagialah kalian yang jatuh cinta, meski hanya diam-diam
saya iri
saya hanya bisa merindu untuk mencinta
merindukan diri saya yang dapat mencinta
rasanya sudah lama sekali sejak setengah hati saya dibawa pergi
dan yang tertinggal disini terlalu rusak, tak bisa diperbaiki
saya ingin mencinta walau hanya diam"

Sabtu, Desember 24

teruntuk si galau-jabatan

sayang,
sudah saya dengar penggalan ceritanya,
meski tidak semua secara langsung dari kamu

saya tidak bisa banyak berpendapat
karena tak sekalipun saya melihat kiprah kamu di dunia fakultas

jangan tanya saya, akankah kamu mampu atau tidak
barangkali hanya kamu dan Allah yang bisa menjawab

saya anggap kamu sudah dewasa, cukup bijak untuk menentukan langkah
apapun yang kamu pilih nanti, kita sama" mengharapkan yang terbaik untuk kamu
saya hanya bisa mengamati disini, jalan manapun yang kamu ambil,
itu hidupmu! pilihanmu!

jika akhirnya kamu memutuskan untuk setuju
ingatlah,
bersama jabatan itu akan datang tanggung jawab besar
dan bersamanya, akan dituntut komitmen dan kerja keras kamu
bukan mustahil bahwa kamu akan terpaksa meninggalkan apa yang sekarang kamu punya
bukan mustahil hari-hari mendatang akan sibuk dan penuh kekacauan
karena angin bertiup paling kencang di puncak sana

tapi,
mungkin juga akan kamu gali sisi dirimu yang lain
akan kamu temukan banyak pengalaman baru dan dunia baru
entah baik, entah buruk, akan selalu ada hikmah yang bisa dipetik
dan jika memang kamu ikhlas menjalani,
bisa jadi kamu membawa perubahan bagi organisasimu



jika akhirnya kamu memutuskan untuk menolak
akan ada pihak yang dikecewakan
(sejujurnya akan selalu ada pihak yang kecewa,
tak peduli keputusan apapun yang kamu ambil)
tetapi kamu bisa mempertahankan stabilitas duniamu sekarang
punya lebih banyak waktu untuk dirimu dan bakat-bakatmu yang lain

namun,
akan selalu ada kemungkinan kamu menyesal nantinya
karena kita tidak pernah bisa memprediksi mana jalan yang terbaik

pilih salah satu sayang
lalu tegakkan kepalamu dan kuatkan bahumu
segala positif negatif akan selalu ada dan hadir bersamaan

tapi, kemana pun kamu pergi nantinya
ingatlah kamu selalu punya tempat untuk pulang
karena bul bukan sekedar tempat dan kami bukan sekedar teman :)

Jumat, Desember 16

mau 'kamu' tanpa 'kangen'

akhir-akhir ini, rasanya saya jarang sekali ketemu kamu
jarang bercanda bareng
jarang denger suara kamu
jarang bisa memandangi kamu
saya bahkan jarang merasakan kamu di sekitar saya

dan hal itu bikin saya menyadari sesuatu ...

sungguh lho, seharusnya 'kangen' dan 'kamu' adalah dua kata yang ditabukan untuk berada pada kalimat yang sama

karena ketika mereka bertemu .. rasanya ...........*



*saya bahkan ga bisa menemukan kosakata yang tepat untuk rasa seperti ini