Senin, Februari 6

manusia kuda

"iya, jadi emang sifat orang mirip sama shio-nya. sama binatangnya!" kamu mengangguk - angguk dengan berlebihan. impresif sekali. aku memilih tersenyum saja. shio ku kambing. tapi tak berarti aku suka makan rumput dan mengembik kesana - sini.
"masa?" aku mengangkat alis. memancing kamu berbicara lebih panjang lagi. aku menikmati saat - saat kamu bicara, yang biasanya kuisi dengan membiarkan pikiranku berkelana kemana - mana. tapi tidak malam ini.
"misalnya aku nih ya! kan shio aku kuda nih!! aku emang mirip gitu! liat aja cara kerja ku!" nah, nada bicaramu sudah mulai bertaburan tanda seru. mungkin ini saatnya kita mengambil jeda untuk kembali mengisi gelas penuh - penuh. tapi kamu bahkan tidak mengijinkan kita untuk sekedar menghela napas.
"aku kan kalo kerja rasanya selalu lari - lari, ga puas kalo dalam sehari aku sempet duduk diem! aku nih ya, pengen ngumpulin duit banyak - banyak makanya ayo juga gila kerja banget!!"
haduuuuh, memang kamu masih mau mengumpulkan seberapa banyak lagi?
"duitnya buat apa?"
"ga ngerti juga sih. tau aku duit di rumah selalu kurang. kali dipake anak - anak yah? yang penting buat aku mah kerja!! dari pagi sampe malem, pulang tidur, besok start dari awal lagi!! ntar kalo duit udah banyak, kan bisa dipinjem tuh sama tetangga, sama temen, kita jadi punya banyak kenalan baik!! ntar kalo mereka pergi jalan - jalan, aku selalu dibawain oleh - oleh!!"
kenapa ga kamu pergi jalan - jalan sendiri? kenapa ga mau meluangkan waktu mengawasi anak - anakmu?
"ga pengen istirahat?"
"nanti, kalau udah kaya!!"
dan demi Tuhan, kekayaan macam apa yang sebenarnya kamu cari? rumah mewah, mobil, motor, perhiasan, dan segala pernak - pernik duniawi itu belum cukup? untuk apa kamu bekerja siang malam, jika uang itu hanya akan kauhamburkan tanpa bekas?
"tuh kan, aku mirip kuda?? aku pekerja keras! kalo orang lain puas jalan, aku mah lari haha. tapi ya lariku emang agak sradak sruduk sih. yang penting lari!!"
demikian kesimpulan abstrak yang kamu buat dari pembicaraan malam ini.

dan saya merasa perlu bilang :
dulu, ketika bicara kuda, yang kubayangkan adalah mustang liar, bukan kuda beban.
jadi yah,
terima kasih karena malam ini kamu sudah merusakkan segala fantasi saya tentang kuda yang eksotis
selamat malam, dan terkutuklah, wahai manusia kuda perusak mimpi!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar