dua puluh satu maret --> hari kartini
kar.ti.ni
k.a.r.t.i.n.i
KARTINI
dari tahun ke tahun, di hari ini tiba-tiba saja semua orang sibuk membahas mengenai penyetaraan gender
lalu semua akan membahas mengenai perjuangan ibu Kartini
dan masalah ini meluas, menjadi membahas hak-hak apa yang seharusnya diperoleh kaum wanita
lalu merembes ke kartini modern
dan sebagainya
dan sebagainya
dan bagi saya itu semua : BULLSHIT!!
buat apalah kalian semua bahas panjang lebar tentang hari ini
berusaha nunjukkin ke semua orang kalo kalian pro-emansipasi
sibuk ngedaftar ini itu yang harusnya bisa didapetin kaum hawa
lalu mengadakan voting dan deklarasi bahwa si ini bisa jadi kartini modern, si itu lebih pantas dan si anu mirip bu kartini
halah!
Ibu Kartini berjuang bukan buat jadi juara di antara para wanita
Ibu juga ga pernah meminta kita membesar-besarkan hari ini
buat saya sih ya, seperti halnya Valentine, hari Kartini harusnya dimaknai dalam tiap hari kita, dalam tiap tindakan
kalo cuma di hari ini aja kalian pro-emansipasi, apa gunanya??
buat apa juga kalian sibuk bikin daftar, yang akirnya cuma jadi sampah kertas besok pagi?
saya sendiri seorang feminis, jadi yah, memang dalam hidup saya selalu menuntut ini itu yang saya rasa pantas saya dapatkan
saya juga selalu meminta diperlakukan dengan adil
ADIL, catat ya, bukan rata ^^
ketika saya merasa pantas untuk mendapatan sesuatu, saya akan kejar itu sampai dapat
dan jawaban-jawaban macam : 'kamu kan cewek', 'biar yang cowok aja', 'cowok lebih mampu' sudah jelas membuat saya naik pitam
dan jujur saja, saya sering 'terpaksa' naik pitam
tau apa artinya? : banyak orang anti kesetaraan hak di luar sana
dan orang-orang itu, hari ini, update status tentang kehebatan Ibu Kartini
lanjut
selain seorang feminis, saya juga seorang yang FEMININ
jadi perlu kalian catat boys, yang namanya kodrat memang ada, saya mengakui itu, dan saya MEMOHON pada kalian agar tidak menjadikan emansipasi sebagai kedok
karena rasa malas kalian suruh wanita kerja berat ini-itu, angkat barang ini-itu, tanggung-jawab ini-itu, sementara kalian duduk santai sambil teriak : emansipasiiiii!! terasi!
kami tetap wanita, yang masih butuh dilindungi
kalian toh masih pria, yang punya kewajiban pada kami
kalau kami saja tetap rela, hamil dan melahirkan buat kalian, memberi hidup dan kehidupan, membangun rumah dan keluarga, masakan kalian jadi 'pria' saja sudah tak mau?
jadi biarkan kami mendapatkan apa yang menjadi hak kami, setelah kami mengerjakan apa yang menjadi kewajiban kami. dan jangan, jangan pernah lupa kodrat kami dan kalian. buat apa Tuhan menciptakan pria berbeda dari wanita? tentu bukan karena Tuhan sedang iseng semata^^
kuncinya : menghargai, menyadari :)
dan kegiatan yang saya benci di hari ini
ketika manusia sibuk berceloteh :
'menurut saya yang cocok disebut kartini modern itu ..'
'kalo aku bilang si .. itu yah, pejuang emansipasi masa kini'
'.. mah ranger-wanita banget'
halah, wong ya di dunia nyata kalian aja masih suka membatasi gerak kaum kami gitu
dan buat apa sih bikin celotehan begitu
hari kartini bukan tentang wanita mana yang lebih unggul, atau siapa yang lebih hebat dari siapa
harusnya hari ini semata untuk refleksi saja, sudah seberapa jauh kita melangkah di jalan yang diperjuangkan Ibu
atau malah kita sudah melenceng keluar jalur?
mengenai siapa sosok kartini modern ..
ada gitu kartini modern?
kartini ya kartini aja!!
mau dia pake kebaya ato rok mini
mau kata bawa ferrari atau nyetop metromini
mau dia wanita baik-baik atau PSK
semua wanita bisa jadi kartini
karena selalu, mereka berjuang buat orang-orang di sekitar mereka
karena selalu, mereka punya semangat dan ketegaran luar biasa
karena selalu, mereka punya banyak mimpi dan cita-cita
karena selalu, mereka mampu berjuang demi orang yang mereka cinta
dan saya bisa aja asal tunjuk orang buat dinobatkan jadi kartini :
mama saya, mama kamu, si ibu pengurus panti asuhan, si wirausahawati, si ibu rumah tangga, si ibu sopir angkot, kamu, wanita yang baru saja lewat, saya!
semua wanita, punya Kartini kecil dalam jiwanya
yang siap merdeka
menghentak dunia
memperjuangkan apa yang dapat mereka perjuangkan
dan tetap mengabdi pada orang yang mereka cinta
ini hari Kartini boy, bukan kontes pemilihan ratu sejagat
tak usahlah banyak kata
pikir saja : sudahkan kamu memahami semangat Kartini dalam hidupmu?