Kamis, Desember 6

awan dan matahari

Dulu, kamu serupa awan, menaungi langitku
menemaniku dalam berbagai rupa dan menyayangiku lewat beragam cara
Kamu, yang indahnya ingin selalu kulihat dan kuingat

Akulah samudera luas, yang menatapimu dan memantulkan aneka rupa warnamu
Karena kamu, aku mendorong tepianku lebih jauh dan lebih jauh lagi .. memaksa garis batasku meregang dan berharap suatu hari nanti ia menipis lalu hilang
Demi kamu, aku bertumbuh dan berkembang, dalam upayaku untuk berjalan seiring denganmu, agar selamanya kita bisa saling menatap
Hingga jadilah aku samudera imaji maha luas tempat semua inspirasi menemukan rumah
Aku samudera yang bahagia

Sampai suatu hari, kamu bosan jadi awan .. Kamu ingin jadi matahari yang hadir eksklusif tapi selalu dinanti
Lalu kamu mulai menyengat dari jarak yang teramat dekat. Panas.
Kuterima saja.
Barangkali ini bentuk cintamu yang baru, yang memaksaku berputar dan bersiklus tanpa sekalipun berhenti bergerak

Sampai kusadari ada terlalu banyak bagian diriku yang pergi menguap dan tidak pulang
Aku kerontang. Aku mati kehausan.

Dan tak pernah lagi aku tahu, masihkah kamu menyinariku dari atas sana? Cahayamu tertutup awan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar