Selasa, Februari 14

kamu sepetak tanah tempat kaki saya melekat

terima kasih kamu,
yang melihat cahayaku biar kerlip saja
maka, aku juga ingin memberi analogi buat kamu
dan disinilah masalah muncul,
aku hidup dalam tempurung, maka pengandaian mana yang bisa kugunakan untuk kamu?
ketika awan, hujan, bintang dan bulan cuma jadi sepotong kata tanpa arti ..

lalu aku sadar, inilah artimu buat aku :
kamulah sepetak tanah tempat kakiku selama ini menapak
yang melekatkan aku erat - erat dan membumi hanguskan keinginan melompat
kamu tempat ku beristirahat setiap kali aku lelah
kamu pemandangan yang mengantarku lelap ketika aku lelah mendongak
kamu sumber segala rasa aman dan rasa nyaman

kamu, yang dalam diam selalu ada dan siap menopang
kamu, yang tak akan saya biarkan hilang. karena kepergianmu berupa menganganya jurang yang siap menelan


kamu sepetak tanah tempat kaki saya melekat
semoga kamu akan selalu ada :)

dan sekarang, bisa jelaskan bagaimana kita melompat dari pembicaraan tentang cokelat hangat jadi saling mencurahkan isi hati tentang masing - masing?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar