Sabtu, April 30

terlambat

terlambat
TERLAMBAT
T E R L A M B A T
TER .. LAM .. BAT
hanya sepersekian detik
namun meluruhkan asa
menggores sakit
perih meringis
tenangkan
sabarkan
lalu menatap mata
ada kehancuran
tersentak
terbenam dalam sesal
andai bukan aku yang disitu

Sabtu, April 23

your co-pilot is ready, sir!

ketika kecil, keluarga saya sering berkendara bersama kesana dan kesitu
perlu kita samakan persepsi sebelumnya,
ketika saya bilang berkendara bersama, itu tidak berarti kami semua berebut memegang setir
tetap hanya ada satu orang memegang setir, sementara yang lain-lain akan berceloteh sepanjang perjalanan
mobil kami berganti-ganti
pekerjaan Papa memang mengijinkan terjadinya hal itu
tapi formasi di dalamnya selalu tetap
jangan kamu bayangkan formasi ala KB, dimana seorang Ayah bertugas di balik kemudi, seorang wanita bersanggul duduk di sisinya, dan dua orang anak duduk manis di jok belakang
di mobil kami kondisinya tak pernah begitu
Papa memang selalu ada di kursi utama, menjadi penanggung jawab atas keselamatan kami semua
adik laki-laki saya memang duduk di jok belakang, meskipun menurut saya duduknya tidaklah manis
tapi di mobil kami tidak pernah ada sesosok wanita yang duduk mendampingi pengemudi sambil menerawang menatap jalan
di kursi sakral itu ada saya, dan Mama, yang tergusur ke jok belakang akan menemani si bungsu mengobrol dan menunjukkan ini-itu
selalu begitu
saya, adalah yang paling dinamis di mobil itu
sekali tempo kamu bisa melihat saya duduk cantik dengan baju rapi
lalu esoknya kamu mendapati saya, bersama bantal guling dan boneka di kursi yang sama
atau bisa jadi saya sedang duduk miring merenungi dunia luar, umumnya ini terjadi ketika hujan
tapi kerap akan kamu dapati saya, dan jok yang diturunkan bagian punggungnya, bantal besar dan kaki yang diangkat hingga menyentuh kaca mobil
saya suka pose itu, dan pemandangan langit yang tampak

sebenarnya sejak dulu saya selalu merasakan sebuah keganjilan
kenapa saya selalu didudukkan di kursi itu?
bukankah manusia di kursi sebelah pengemudi memiliki resiko terbesar kematian pada kecelakaan?
tidakkah Papa ingin melindungi saya?

baru hari ini saya temukan jawabannya

Papa selalu meminta saya duduk di sisinya
lalu menanyakan ini itu
bercerita ini itu
dan mengajarkan ini itu
adalah untuk mempersiapkan saya menghadapi satu hari itu

sudahkah kamu sadari?
sepenting apa sebenarnya posisi tempat duduk saya?

biar saya berikan sebuah analogi
jika rumah tangga itu sebuah pesawat tempur
maka di garda depannya akan ada ..?
yak pilot!! dan disisinya ada ..? co-pilot! itulah saya! ^^
ternyata sejak dulu sekali
Papa, dengan caranya yang halus dan tak kentara telah mempersiapkan diri saya
untuk mengambil alih kemudi seandainya Papa tertembak dan meninggal
Papa tahu pesawat tempur kami tak boleh mendarat turun
ia tak boleh lesu dan dibombardir peluru
pesawat tempur terbang dengan gagah
perkasa melanglang buana
tidak takut tidak gentar

dan menjadi co-pilot tidak semudah yang dibayangkan
ketika keadaan terdesak, co-pilot harus berhenti bergantung pada orang lain dan memikul semua tanggung jawab seorang diri

karena itulah Papa selalu meminta saya duduk di kursi nomor dua
karena Papa tahu tugas ini berat
dan Papa tahu, saya satu-satunya orang yang mampu
mengerjakan apa yang tidak mungkin, mewujudkan apa yang nyaris mustahil .. selama saya percaya pada diri saya, dan pada Papa

itulah makna dari semua cerita panjang yang Papa ceritakan dari balik kemudi
itulah beban yang diletakkannya sedikit demi sedikit di pundak saya

hei Sir, your co-pilot is ready, Sir!
now, you can fly over the moon yourself :')

Kamis, April 21

the day I jumped out of window

aku melihat bentangan sabana
dari ambang jendela
indah, namun membosankan

mawar, masih saja bercumbu dengan kumbang
angin, masih saja bertiup malas-malas
dan ilalang, masih menarikan tarian yang sama
dengan lagu yang sama, yang dinyayikan burung-burung yang sama
keindahan yang monoton
hingga akhirnya dia datang
mustang-ku
seekor betina yang liar, bebas
jiwanya merdeka

Ia berlari kencang menantang angin dengan peluh mengalir deras di tubuhnya
Ia acuhkan semak petunia yang mengusap tubuhnya dengan gairah
Ia meramaikan dunia dengan ringkiknya
sesaat, mustang itu menoleh padaku, mengedip
membagikan sebagian jiwa bebasnya
lalu ia melesat, menjauh, pergi
mustang-ku tak lagi tampak dari ambang jendela

aku merindukannya

jadi kutinggalkan sepotong senyum di ambang jendela
aku juga ingin berpetualang

salam buat Tuhan

kalau kamu bertemu Tuhan suatu hari nanti,
tolong tanyakan padaNya ..
apakah Ia masih ingat padaku?
akankah Ia mengenaliku? ketika aku ada di tengah kerumunan?
bersama seribu wajah, bersama seribu nama
akankah Ia mendengarku?
ketika aku berbisik di tengah keramaian?
di antara seribu suara, di antara bising

lalu, jangan lua katakan padaNya
aku hanya ingin mendengar
karena kurasa,, aku sudah tahu jawabanNya

idealisme basi :(

akulah pemilik sebuah idealisme
ingin kuciptakan sebuah dunia yang penuh cinta
tanpa duka, perang, konflik

kuserukan mimpi itu
pada pria-pria berdasi dan wanita-wanita wangi
di gedung-gedung mewah, di hotel-hotel megah
mereka bersorak ... gempita .. bertepuk ... riuh
menyambut harapku
dalam satu aksi bisu


muak aku!!!!


jadi kuserukan saja angan itu
kukisahkan di kolong-kolong jembatan
di tengah gerimis dan timbunan sampah
dan manusia-manusia disana

tertawa pongah
tersenyum mengejek
menatap sinis

"Hei, itu juga yang sejak dulu kami coba perjuangkan, BUNG!!"

kartini modern? ada gitu???

dua puluh satu maret --> hari kartini
kar.ti.ni
k.a.r.t.i.n.i
KARTINI

dari tahun ke tahun, di hari ini tiba-tiba saja semua orang sibuk membahas mengenai penyetaraan gender
lalu semua akan membahas mengenai perjuangan ibu Kartini
dan masalah ini meluas, menjadi membahas hak-hak apa yang seharusnya diperoleh kaum wanita
lalu merembes ke kartini modern
dan sebagainya
dan sebagainya
dan bagi saya itu semua : BULLSHIT!!

buat apalah kalian semua bahas panjang lebar tentang hari ini
berusaha nunjukkin ke semua orang kalo kalian pro-emansipasi
sibuk ngedaftar ini itu yang harusnya bisa didapetin kaum hawa
lalu mengadakan voting dan deklarasi bahwa si ini bisa jadi kartini modern, si itu lebih pantas dan si anu mirip bu kartini

halah!
Ibu Kartini berjuang bukan buat jadi juara di antara para wanita
Ibu juga ga pernah meminta kita membesar-besarkan hari ini

buat saya sih ya, seperti halnya Valentine, hari Kartini harusnya dimaknai dalam tiap hari kita, dalam tiap tindakan

kalo cuma di hari ini aja kalian pro-emansipasi, apa gunanya??
buat apa juga kalian sibuk bikin daftar, yang akirnya cuma jadi sampah kertas besok pagi?

saya sendiri seorang feminis, jadi yah, memang dalam hidup saya selalu menuntut ini itu yang saya rasa pantas saya dapatkan
saya juga selalu meminta diperlakukan dengan adil
ADIL, catat ya, bukan rata ^^
ketika saya merasa pantas untuk mendapatan sesuatu, saya akan kejar itu sampai dapat
dan jawaban-jawaban macam : 'kamu kan cewek', 'biar yang cowok aja', 'cowok lebih mampu' sudah jelas membuat saya naik pitam
dan jujur saja, saya sering 'terpaksa' naik pitam
tau apa artinya? : banyak orang anti kesetaraan hak di luar sana
dan orang-orang itu, hari ini, update status tentang kehebatan Ibu Kartini

lanjut

selain seorang feminis, saya juga seorang yang FEMININ
jadi perlu kalian catat boys, yang namanya kodrat memang ada, saya mengakui itu, dan saya MEMOHON pada kalian agar tidak menjadikan emansipasi sebagai kedok
karena rasa malas kalian suruh wanita kerja berat ini-itu, angkat barang ini-itu, tanggung-jawab ini-itu, sementara kalian duduk santai sambil teriak : emansipasiiiii!! terasi!
kami tetap wanita, yang masih butuh dilindungi
kalian toh masih pria, yang punya kewajiban pada kami
kalau kami saja tetap rela, hamil dan melahirkan buat kalian, memberi hidup dan kehidupan, membangun rumah dan keluarga, masakan kalian jadi 'pria' saja sudah tak mau?
jadi biarkan kami mendapatkan apa yang menjadi hak kami, setelah kami mengerjakan apa yang menjadi kewajiban kami. dan jangan, jangan pernah lupa kodrat kami dan kalian. buat apa Tuhan menciptakan pria berbeda dari wanita? tentu bukan karena Tuhan sedang iseng semata^^
kuncinya : menghargai, menyadari :)

dan kegiatan yang saya benci di hari ini
ketika manusia sibuk berceloteh :
'menurut saya yang cocok disebut kartini modern itu ..'
'kalo aku bilang si .. itu yah, pejuang emansipasi masa kini'
'.. mah ranger-wanita banget'
halah, wong ya di dunia nyata kalian aja masih suka membatasi gerak kaum kami gitu
dan buat apa sih bikin celotehan begitu
hari kartini bukan tentang wanita mana yang lebih unggul, atau siapa yang lebih hebat dari siapa
harusnya hari ini semata untuk refleksi saja, sudah seberapa jauh kita melangkah di jalan yang diperjuangkan Ibu
atau malah kita sudah melenceng keluar jalur?

mengenai siapa sosok kartini modern ..
ada gitu kartini modern?
kartini ya kartini aja!!
mau dia pake kebaya ato rok mini
mau kata bawa ferrari atau nyetop metromini
mau dia wanita baik-baik atau PSK
semua wanita bisa jadi kartini
karena selalu, mereka berjuang buat orang-orang di sekitar mereka
karena selalu, mereka punya semangat dan ketegaran luar biasa
karena selalu, mereka punya banyak mimpi dan cita-cita
karena selalu, mereka mampu berjuang demi orang yang mereka cinta


dan saya bisa aja asal tunjuk orang buat dinobatkan jadi kartini :
mama saya, mama kamu, si ibu pengurus panti asuhan, si wirausahawati, si ibu rumah tangga, si ibu sopir angkot, kamu, wanita yang baru saja lewat, saya!
semua wanita, punya Kartini kecil dalam jiwanya
yang siap merdeka
menghentak dunia
memperjuangkan apa yang dapat mereka perjuangkan
dan tetap mengabdi pada orang yang mereka cinta

ini hari Kartini boy, bukan kontes pemilihan ratu sejagat
tak usahlah banyak kata
pikir saja : sudahkan kamu memahami semangat Kartini dalam hidupmu?

Rabu, April 13

pernahkah bulan bosan?

tiba-tiba saja terlintas pikiran
sejak dulu saya saya selalu mengagumi bulan
bulan memiliki kecantikan yang begitu anggun
mempesona
membius
dan menginspirasi

lihat saja sepasang kekasih, pasti mereka akan merasa bahagia
sekedar duduk berdua memandangi bulan yang sama

lihat saja hati yang sedang luka dan patah
pasti akan terhibur hanya dengan memandangi bulan, merenungi kisah

lihat saja hati yang baru mencicip cinta
cahaya bulan akan melambungkannya ke langit untuk bersua kekasih jiwa di atas sana

lihat saja hati yang kesepian, lelah dan mendambakan kawan
bulan akan memberi harap, betapa dunia jadi satu dalam sebuah lingkaran cinta

saya mau jadi bulan

tapi malam ini saya ingin tahu
bagaimana perasaan bulan ketika ia harus mengelilingi satu benda yang sama seumur hidupnya? bagaimana rasanya menyaksikan riuh rendah kehidupan bumi ketika ia sendiri sepi? dan lebih dari itu semua, saya ingin tahu, pernahkan bulan bosan?