Jumat, Desember 31

tahun baru, bulan baru, awal baru .. apa yang berbeda?

tahun ini melewatkan detik-detik tahun baru di rumah saja
setelah tahun lalu menghabiskan malam ceria bersama keluarga baru (saat itu), kawan" sejurusan
lalu dua tahun lalu melewatkannya dengan seseorang, menonton kembang api di km 0

rasanya sepiiiii bosaaaaan .. tapi saya jadi punya banyak waktu untuk merenung dan berpikir

tahun ini saya sendirian
dan saya masih belum bisa menentukan apa alasan yang tepat
apakah saya sendirian karena memang saya ingin sendirian?
karena lokasi rumah saya yang ada di pusat kota sungguh sangat padat, dan membuat enggan beranjak dari rumah

tapi mungkin juga saya malas beranjak karena memang tidak ada tempat yang bisa dijadikan tujuan
memang banyak tawaran, tapi semuanya tidak berkesan
ada tawaran dari ukm keagamaan, tapi hanya tawaran selewat tanpa follow up, dan lagi saya tidak berteman dengan siapa pun di sana
lalu, tawaran dari ukm jurnalistik
tapi saya belum berteman dengan siapa pun di sana
teman" sma saya memiliki lingkungan baru mereka masing-masing
lalu teman kuliah saya?? saya tidak yakin saya masih berteman dengan mereka ..

lalu , saya sadar .. saya tidak berteman dengan siapapun .. sejak dulu saya memang selalu sendirian
saya cenderung menjaga jarak dengan semua orang
tapi saya selalu berusaha berbuat baik pada mereka
sayangnya, mereka tidak baik pada saya
tidak ada seorang pun teman kuliah baik pada saya, dan saya merinduka masa-masa sma ,, dengan teman-teman yang menerima saya tanpa pretensi dan ekspektasi
membiarkan saya menjadi diri sendiri

lalu saya sadar, saya tidak peduli
saya tidak berteman dengan mereka
dan mereka tidak berteman dengan saya
lalu kenapa ??
mereka akan menyesali keputusan itu suatu hari nanti
karena saya jelas terlalu menarik untuk dilewatkan, saya tahu itu

saya memiliki loyalitas, komitmen dan perhatian yang tidak dimiliki semua orang
dan saya berharga
sehingga saya tidak perlu merasa bermuram durja ..
setidaknya saya memiliki keluarga saya
yang akan selalu menyayangi saya
dan akan selalu saya sayangi dari lubuk hati yang terdalam

jadi, saya tidak mau menghabiskan tahun dengan meratap
saya bahagia
saya baik-baik saja
dan saya tidak kekurangan suatu apapun
saya kaya oleh cinta

akan ada hari-hari baru terbentang di depan mata saya
satu tahun penuh yang panjang
entah akan saya sia-siakan atau saya optimalkan
tidak akan ada yang pernah tahu ..
hanya waktu yang bisa menjawab ..

saya punya banyak harapan untuk tahun ini
2011
prestasi yang lebih baik
lingkungan yang lebih baik
kesibukan yang lebih baik
relasi yang lebih baik
hubungan keluarga yang lebih baik
perekonomian yang lebih baik
kesehatan yang lebih baik
kehidupan cinta yang lebih baik

di atas segalanya
tahun ini saya ingin bertemu dengan mr.Right
yang akan membuat saya jatuh cinta pada pandangan pertama, kedua, dan seterusnya sampai mati
yang akan saya cintai dengan sepenuh hati
namun kami tidak akan menjadi yang terakhir bagi satu sama lain
karena berikutnya, kami masih akan mencintai putra-putri kami :)

saya merindukan kehadiran cinta dalam hidup saya
saya siap menyongsong dan menyambutnya
dengan banyak cinta yang saya terima, saya akan mampu memperbaiki hidup lebih lagi

doakan yaaa :)
sekarang saya sebaiknya masuk kamar, mengunci pintu, dan memulai renungan yang sesungguhnya

semoga di tahun ini saya bisa menjadi seseorang yang baik, kepada semua orang, dalam setiap situasi.. amin

Jumat, Desember 24

sebuah cerita, cinta

aku ingin menceritakan padamu .. hari - hari yang pernah kulalui bersama seorang wanita. dia bukanlah wanita yang pertama dalam hidupku. dia juga bukan yang terakhir.
dia hanyalah satu, kenangan selewat yang pernah menghiasi hari-hariku. tapi, ketika itu, aku begitu yakin bahwa dia akan jadi satu-satunya wanita yang kuinginkan seumur hidupku.
kamu mengenalnya. namanya, Lady. Lady, yang secerah matahari. namun dia bukanlah matahari terik yang menyengat. sinarnya, entah bagaimana, menyejukkan.
aku berkenalan dengan lady ini, sama sekali bukan kebetulan. aku percaya, hari itu, kami memang ditakdirkan untuk bertemu. Kita memang ditakdirkan untuk bertemu.
Pernahkah kamu mendengar tentang ‘cinta pada pandangan pertama?’ aku juga, aku telah berulang kali mendengarnya, dan tak pernah kupercayai hal serupa itu. Bagaimana mungkin kamu bisa jatuh cinta pada seseorang yang bahkan namanya pun kamu tak tahu? Menggelikan.
Aku sendiri beranggapan, tak mungkin aku mengalami kekonyolan itu. Selama ini, aku jatuh cinta pada pribadi seseorang bukan fisiknya. Yang kucintai dari wanita adalah pembawaannya, kebaikan hatinya, ketegarannya ..
Bagiku, ini bukan tentang bagaimana bentuk bibir seorang wanita, tapi mengenai apa yang dia ucapkan dengan bibir itu. Bukan tentang seberapa cantik matanya, tapi cara dia menatap. Aku tak peduli jari-jarinya lentik atau tidak, yang kupedulikan selalu tentang karya apa yang telah dihasilkan dengan jari-jari itu.
Jadi, kamu dapat memahami, bukan, betapa aku tak mungkin jatuh cinta hanya dengan memandang seseorang secara sepintas??
Tapi, ternyata, cinta memang tak selalu sejalan dengan logika. Kamu pun pasti sudah bisa menebak apa yang terjadi kemudian .. ya, aku jatuh cinta ..
Yang aku ingat, hari itu adalah hari terpanas sepanjang sejarah kota kecil yang kudiami ini. Yang aku ingat, hari itu satu dari sederet hari dimana si Kumbang mogok. Yang aku ingat, aku masih menggerutu ketika memasuki resto fast food bersimbol huruf itu.
Lalu, aku melihat kamu. Gadis berseragam abu-abu yang masih amat belia, dengan rambut dibuntut kuda. Dan aku tak lagi ingat apapun. Sesaat aku hanya diam di sana, di pintu masuk, memandangi kamu. Kamu duduk membelakangi pintu masuk. Menatap ke dunia luar yang ada dibalik kaca. Ranselnya masih digendong, meskipun ada banyak kursi yang siap untuk menampung. Tungkai mu kausilangkan. Aku suka sekali profilmu saat itu. Seandainya bisa, akan kulukis pose dirimu saat itu juga, karena aku tak cukup mempercayai otakku sendiri untuk menyimpan pemandangan seindah itu.
Tapi ini bukan sinetron. Aku tidak berdiri di sana berjam-jam menunggu kamu menabrakku, sehingga akhirnya nanti kamu bisa jatuh ke dalam pelukanku. Yang terjadi adalah, kamu tetap duduk disana, dan aku berlalu untuk memesan makananku. ‘es krim vanila’ sama seperti yang kau pegang di tangan kananmu, yang kaujilat sesekali dengan pandangan melamun. Dan betapa aku berharap kita bisa menikmati es krim ini bersama.
Aku belum pernah melihat kamu bicara, atau tertawa. Aku belum bersitatap dengan kamu dan aku tak tahu apa saja yang telah kamu kerjakan selama hidupmu. Tapi aku sudah jatuh cinta. Aku sudah jatuh sayang. Aku sudah bisa membayangkan hari-hariku yang akan penuh dengan kamu. Kita bisa menonton film bersama di akhir pekan, lalu aku akan mengajakmu ke tempat ini setelahnya. Kamu akan mengatakan bahwa kamu bosan dan bertanya mengapa kita harus selalu makan di tempat ini. Lalu aku akan bercerita padamu tentang hari ini, dan betapa aku berterima kasih pada pemilik restoran ini.
Tapi kuketahui kemudian, itu semua selamanya hanya akan menjadi khayalan. Hari itu, aku tak berani untuk sekedar mengajakmu berkenalan. Aku hanya duduk saja disini, mengawasi kamu dan terlonjak jika seseorang tampak berjalan ke arahmu. Karena aku tahu, tak mungkin kamu duduk di situ tanpa alasan.
Dan aku takut, takut sekali, bagaimana jika alasanmu nanti akan mematahkan hatiku? Dua puluh menit penuh aku memandangimu sebelum akhirnya kamu bangkit dari dudukmu, dengan senyum di wajahmu. Mau tidak mau, aku mengikuti arah pandangmu, dan aku ikut tersenyum. Rupanya kamu sudah dijemput, oleh seseorang yang aku tahu pasti kakakmu. Kemiripan di antara kalian terlalu nyata untuk diabaikan. Dan aku memang tidak mau menerima kemungkinan lain.
Kupikir hari itu aku memang jatuh cinta. Dan hari itu aku juga patah hati. Entah kapan lagi aku bisa bertemu kamu?
Ternyata jawaban pertanyaan itu menyenangkan : kita bertemu lagi keesokan harinya. Di tempat parkir di salah satu gereja, masih di kawasan yang sama. Kali ini, kamu naik mobil beramai-ramai, pria kemarin masih ada. Aku makin yakin dia kakakmu. Aku batal patah hati. Aku percaya akan ada pertemuan ketiga.
Pertemuan ketiga itu memang terjadi, berbulan-bulan setelahnya. dan menjadi awal bagi pertemuan-pertemuan lain di antara kamu dan aku. Kali ini di perayaan ulang tahun seorang sahabat. Kamu pun ada di sana, berjalan beriring dengan teman-temanmu. Dan, demi Tuhan, kamu cantik sekali. Hari itu kita berkenalan, dan kudapatkan nomor ponselmu dari tuan rumah acara.
Aku mengirimkan sebuah ucapan selamat malam.
Dan tak perlu kita bahas apa yang terjadi setelahnya. Bisa kuhabiskan berhalaman-halaman hanya untuk bercerita tentang apa yang telah kita lalui. Dan sejujurnya, aku tak ingin pembaca manapun tahu. Biar aku dan kamu saja yang tahu.
Yang jelas, kamu telah menjadi bagian terbesar dari hari-hariku. Perbedaan usia kita menguntungkanku. Tanpa susah payah, kuatur jadwah kuliahku sedemikian rupa sehingga aku bisa menjadi sopir pribadimu setiap hari. Bidang yang kutekuni pun memungkinkan aku mencuri waktu memandangi wajahmu sementara kamu berusaha memecahkan deretan soal yang kubuat khusus untukmu.
Aku melakukan apapun demi kamu. Menginginkan kamu seumur hidupku. Aku berusaha keras demi senyum dan tawamu setiap hari. Dan setelah aku mengenalmu, jelas bagiku bahwa aku memang harus jatuh cinta padamu. Aku jatuh cinta pada pandangan pertama, kedua, dan seterusnya, kuharap sampai mati. Kamu terlalu indah. Pribadimu, adalah yang tercantik yang pernah aku tahu.
Dan aku tak mau tahu yang lain.
Kamu tahu apa yang kuinginkan? Mengakhiri kisah ini dengan ‘kita pun bahagia selama-lamanya’
Dan Tuhan mengabulkan keinginanku, meski tidak dengan cara yang kuinginkan.
Aku ingin kita menikah, punya banyak anak, tinggal di sebuah rumah cantik dengan halaman yang luas dan penuh bunga. Aku ingin tua bersama kamu. Tapi ternyata kita tidak akan pernah duduk bersama di halaman depan rumah, di atas kursi goyang, sebagai kakek-nenek. Memandangi cucu-cucu kita berkejaran dengan doggy.
Sebulan sebelum hari kelulusan, kamu berlari keluar sekolah dengan secarik kertas tergenggam erat di tanganmu. Kamu seperti terbang ke arahku. Rambutmu menari-nari bersama angin dan matamu penuh antusiasme. Masih tersengal, kamu bercerita terpotong-potong tentang beasiswa, luar negeri dan kuliah. Di depan mataku, kamu tertawa bahagia. Aku hancur. Kukecup keningmu dan kukatakan bahwa kita harus pulang.
Sepanjang jalan kamu terus berceloteh tentang perjalanan itu. Aku remuk redam. Seharusnya aku bahagia untukmu. Dan aku memang bahagia. Kamu luar biasa, aku tahu itu sejak lama. Tapi aku juga ingin meratapi hubungan kita. Menangisi kemungkinan yang pasti kamu pilih nantinya.
Dan sekali lagi aku benar
‘aku ga mau kamu ngabisin waktu buat nunggu aku. aku yakin kamu pasti bisa nemuin orang lain yang lebih baik’
Dan aku tidak membantah. Karena aku terlanjur berikrar pada diriku sendiri untuk memenuhi setiap keinginanmu, untuk mempriorotaskan hanya kebahagiaanmu.
Rabu itu, aku mengantarmu ke bandara. Kedua belah tanganmu yang mungil kamu tangkupkan di sekeliling wajahku.
‘jaga diri baik-baik ya’ bisikmu
Aku tersenyum. Seharusnya aku yang mengatakan hal itu padamu.
‘apa kamu akan bahagia, sayang?’ aku perlu kamu meyakinkanku, bahwa keputusan yang kita ambil ini tidak salah
‘tentu saja aku akan bahagia’ kamu tertawa kecil ‘aku pergi mengejar mimpi-mimpiku’ lalu matamu seperti disaput mendung
‘bagaimana dengan kamu? Apakah kamu akan bahagia?’
Perlahan kusentuh pipimu ‘aku bahagia jika kamu bahagia. Sesederhana itu’
Aku tahu itu benar
Hari itu, kita berpisah

Kamis, Desember 9

iseng" yang ternyata tepat

Your view on yourself:
You are down-to-earth and people like you because you are so straightforward. You are an efficient problem solver because you will listen to both sides of an argument before making a decision that usually appeals to both parties. The type of girlfriend/boyfriend you are looking for:
You are a true romantic. When you are in love, you will do anything and everything to keep your love true. Your readiness to commit to a relationship:
You are ready to commit as soon as you meet the right person. And you believe you will pretty much know as soon as you might that person. The seriousness of your love:
Your have very sensible tactics when approaching the opposite sex. In many ways people find your straightforwardness attractive, so you will find yourself with plenty of dates. Your views on education
Education is less important than the real world out there, away from the classroom. Deep inside you want to start working, earning money and living on your own. The right job for you:
You're a practical person and will choose a secure job with a steady income. Knowing what you like to do is important. Find a regular job doing just that and you'll be set for life. How do you view success:
You are afraid of failure and scared to have a go at the career you would like to have in case you don't succeed. Don't give up when you haven't yet even started! Be courageous. What are you most afraid of:
You are afraid of things that you cannot control. Sometimes you show your anger to cover up how you feel. Who is your true self:
You are mature, reasonable, honest and give good advice. People ask for your comments on all sorts of different issues. Sometimes you might find yourself in a dilemma when trapped with a problem, which your heart rather than your head needs to solve.



hasil kuis di http://www.quizbox.com/personality/test82.aspx

Kamis, Desember 2

saya pengen jadi udara

seandainya aku adalah udara . . .
perbedaan tekanan ini tentunya kan membawaku kepadamu
dalam gerak ritmis yang perlahan
melayang tenang , memejamkan mata . .

dan dalam perjalananku
akan kumanfaatkan sebanyak mungkin waktu
untuk memenangkan debar jantungku
untuk meredam gejolak darahku





jika aku adalah udara, maka aku bisa tetap berada di sisimu, tanpa kamu perlu menyadari keberadaanku




sesungguhnya . . .
aku tak ingin kamu tahu, betapa aku rindu . . .
untuk mengusap bulir keringat di keningmu
untuk menyentuh ringan kelopak matamu
untuk menyusuri garis rahangmu
untuk menautkan jemariku di sela jemari tanganmu
untuk merasakan helai rambutmu, yang menggelitik telapak tanganku



' aku kangen kamu . . kangen sama aroma nafasmu . . kangen sama pelukanmu . . kangen sama hangat suhu tubuhmu . . kangen bercandamu . .kangen senyum di mata kamu . . kangen nangis di dadamu . . kangen sapaan selamat pagimu . . kangen kecupan selamat malam mu . . kangen perhatianmu . . aku kangen kamu . . aku kangen cintamu!!!!!!'

seandainya bisa kuteriakkan itu di hadapanmu
seandainya aku belum terlambat . . .

saya, adalah seorang gadis hujan

seperti halnya hujan
yang hadir, sesaat lalu menguap lenyap
tanpa perlu sapaan hangat atau kenang-kenangan pengingat

begitu pun saya
tak terikat
dan tanpa jejak
saya hanya ada, mengalir, menari sesaat untuk kemudian sirna oleh panas mentari

tak perlu kamu mengenali saya
atau mengenang
karena air tak pernah tergenggam, pun air hujan

surat buat ibu peri

baru - - baru ini aku mengenal seseorang ...
... yang indah
... yang kupanggil 'mama'

bukan berarti dia anggota tambahan dalam keluarga biologisku
atau aku mengharapkan punya orangtua lain dari yang kumiliki saat ini

aku memanggilnya mama semata - mata karena cintaku yang meluap untuknya, dan kekaguman ku padanya menjadikan ia sosok yang terlalu hebat untuk sekedar dipuja dan dielu - elukan. aku ingin dia menjadi petunjuk untuk setiap garis hidupku, pedoman untuk setiap langkah yang kuambil. seperti seorang mama, seorang teladan.

dia pendengar paling sabar yang pernah kutemui
dia memahami
kapan saat yang tepat untuk memberi nasihat
kapan saat yang tepat untuk mengangsurkan sehelai tisu atau segelas air putih
dan kapan saat yang tepat untuk menutup mulut dan membuka hati

dia pemberi paling murah hati di dunia
tidak ada kata 'aku' atau 'milikku' dalam kamus hidupnya
segala yang ia punya, akan dibagikannya pada dunia dengan senang hati
dan tak pernah sekalipun dia ingat apa saja yang telah ia korbankan
dan tak pernah sekalipan dia peduli, apa yang dia dapatkan sebagai balasan

dia cendekia yang paling bijaksana
dia tahu kapan saat - saat kamu membutuhkan pelajaran kehidupan
dan dia akan dengan setia membimbingmu, menemani setiap langkahmu
menemanimu hingga masalah berlalu dan terus meyakinkanmu, segalanya akan baik - baik saja
tapi ia tak membuatmu manja
ia membiarkan kamu berjuang .. dan berkembang

dia teman yang paling ramah
yang selalu siap menebarkan senyuman
yang selalu siap menjawab sapaan
yang akan tertawa untuk setiap gurauanmu, setotol apapun kata - katamu

ketika kamu membutuhkan penghiburan, percayalah, dia orang pertama yang akan kamu dekap
ketika kamu membutuhkan pertolongan, percayalah, dia orang pertama yang akan kamu cari
ketika kamu membutuhkan kepercayaan, percayalah, dia orang pertama yang akan kamu ingat
ketika kamu membutuhkan ketulusan, percayalah, dia orang pertama yang akan kamu pinta
ketika kamu membutuhkan cinta, percayalah, ia telah ada di sana dan menyiapkan untukmu cinta yang berlimpah

dia luar biasa
cerdas
cantik
baik hati
ramah
tulus
sabar
sederhana
mulia ...
...
...sempurna

tapi,
bagaimana pun ia tetap manusia biasa
yang punya kekonyolan - kekonyolan nya sendiri
dan kelucuan - kelucuan nya sendiri

manusia sempurna itu, memiliki sebuah cita - cita yang jauh dari kesan 'sempurna'
sebuah cita - cita konyol sebenarnya
dia ingin menjadi ibu peri
hahahaha
bukankah itu sebuah kebodohan yang maha agung?????
kapan akan dia sadari...
bahwa justru ibu peri lah yang ingin menjadi dirinya
bahwa justru ibu peri lah yang meniru segala sikap dan sifatnya
bahwa ibu peri setengah hati IRI padanya
kapan akan dia sadari, bahwa justru dia lah ibu peri yang sejati??

yeny agustin

Kami mendapatkan dia dengan cara yang tidak biasa
bukan dengan cara yang 'normal' seperti keluarga lainnya

ia dititipkan oleh Tuhan
bukan melalui rahim seorang Mama
ia hanya datang, begitu saja,
entah dari mana
lalu tiba - tiba
kami sudah merasa memilikinya

Kami tidak menanti nya dalam kurun waktu 9 bulan 10 hari
tidak -- kami tidak mendapatkan anugerah itu

aku harus menunggu selama, seumur hidupku, untuk bisa bertemu dengannya

kami tidak pernah merawat dan membesarkannya
kami kehilangan kata pertama, tawa pertama, langkah pertama dan segala hal lain tentang nya
tapi kami mendapat kan senyum termanis, kata terbijak, langkah kemenangan dan segala petualangan besarnya

dan sejak mengenal dia
aku tergila - gila padanya
pada kelucuannya
pada kecantikannya
pada kerlip di matanya dan senyum di bibirnya
pada hadiah - hadiah tambahan yang ia berikan pada keluargaku


tapi akhir" ini cahaya nya meredup
ia lelah, aku tahu
dunia tampaknya berputar terlalu cepat bagi dia
aku tidak senang melihat ia kelelahan
atau melihat kilat marah di matanya --
di tempat seharusnya hanya ada cinta

aku tak akan pernah bisa menghentikan putaran dunia barang sejenak
aku tak bisa menggenggamnya seerat yang dilakukan bayinya
aku tak bisa mendampingi nya sekarib yang dilakukan suaminya

aku hanya bisa berjanji
bahwa aku akan selalu ada di sini
untuk dia
kapan pun ia membutuhkan
karena dia tak perlu lagi berjuang sendiri
karena dia memiliki keluarga yang selalu menanti dia pulang
karena dia sudah memiliki orang - orang yang mengkhawatirkan keadaannya di setiap detik kehidupan mereka


ingin kujanjikan itu padanya
dia, satu - satu nya 'kakak' yang aku tahu. .