aku melihat bentangan sabana
dari ambang jendela
indah, namun membosankan
mawar, masih saja bercumbu dengan kumbang
angin, masih saja bertiup malas-malas
dan ilalang, masih menarikan tarian yang sama
dengan lagu yang sama, yang dinyayikan burung-burung yang sama
keindahan yang monoton
hingga akhirnya dia datang
mustang-ku
seekor betina yang liar, bebas
jiwanya merdeka
Ia berlari kencang menantang angin dengan peluh mengalir deras di tubuhnya
Ia acuhkan semak petunia yang mengusap tubuhnya dengan gairah
Ia meramaikan dunia dengan ringkiknya
sesaat, mustang itu menoleh padaku, mengedip
membagikan sebagian jiwa bebasnya
lalu ia melesat, menjauh, pergi
mustang-ku tak lagi tampak dari ambang jendela
aku merindukannya
jadi kutinggalkan sepotong senyum di ambang jendela
aku juga ingin berpetualang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar