Selasa, Mei 31

satu. kamu. aku

di taman itu, petang itu
kita bersama memunguti serpih-serpih hati
yang telah lama terserak
aku memastikan telah mendapat setiap kepingnya
tak ada secuilpun yang tersembunyi di balik rumput atau tersemat di tengah semak

nanti sayang, sepulang dari sini
bersama-sama akan kita susun kembali
kita buat dua belah hati yang cantik bentuknya
kamu boleh simpan yang setengah
lalu satu bagian lagi, biar aku tukar dengan milikku

hari itu
kamu, sudah menjelaskan panjang lebar
alasan kenapa pria seindah kamu,
selama ini hidup melajang

saya tertawa di sepanjang cerita
dalam hati, mencatat di sana-sini

biar bagaimanapun, ini akan menjadi yang pertama buat kamu
saya tahu saya harus hati-hati
apapun yang kita alami
apapun yang kita jalani
semua perasaan yang menyisip di hati
akan kamu jadikan tolak ukur dalam hidupmu nanti
saya tahu itu

dan saya juga tahu saya tak boleh egois
tapi jujur saja, seandainya bisa
saya ingin menciptakan kenangan-kenangan yang lebih dari sekedar indah
saya ingin mencipta standar setinggi yang saya bisa

karena saya tidak mau
ada gadis lain yang lebih berarti dalam hidupmu
lebih dari saya
karena, sejujurnya
saya mau jadi yang terakhir buat kamu
yang ketika bersama saya, kamu tidak membutuhkan yang lain lagi
saya mau sekali mendapat kehormatan itu

tapi kamu, dengan ketulusanmu, menawarkan posisi yang sama sekali lain
kamu membiarkan saya jadi yang pertama

saya kerap mempertanyakan itu
apakah kamu masih akan ingat pada saya
saat kamu bersama yang lain nanti?

kamu biasanya tertawa
dan berkata : aku mau kamu jadi satu-satunya
ga ada dia dan dia dan dia
cukup kamu, seumur hidupku
masa iya kamu ga percaya?

iya, saya tidak percaya
saya memilih untuk tidak percaya

keputusan yang tepat
pilihan yang cerdas

karena kisah kita
berlangsung seumur jagung, setidaknya rasanya begitu buat saya
meskipun coretan tanggal di kalender berkata beda

saya tidak menjadi yang terakhir buat kamu
bukan satu-satunya
ternyata saya saja belum cukup

tapi impian saya tercapai
standar saya terlampau tinggi
untuk dicapai gadis-gadis yang tidak mencintai hatimu
dan tidak berniat menyentuh jiwamu

mereka bukan mencintai kamu sayang
tidak seperti aku
adakah kamu sadari itu?

2 komentar:

  1. manis sekali nona musim gugur
    karena saya tahu (pasti) rasanya bagaimana senja itu :)

    BalasHapus
  2. memangnya bagaimana rasa senjamu, miss machiato?

    BalasHapus