Minggu, Mei 29

microfest : puisi

okeee, kemaren diminta sama tante rossi buat bikin puisi global warming, dan saya janji nge publish di fb tapi sampe sekarang belom juga keturutan
tapi janji adalah janji tan, sekalipun udah telat, ini dia saya publish hahaha

pembenaran : seminggu laknat kemaren saya selalu berangkat jam 8, pulang jam 10 lalu tepar tan, maaf, ga ada waktu buat publish :p

ini puisi saya yang paling ga beres, tanpa judul dan orientasi nya tidak jelas, karena jujur aja saya bingung sama tema dan lagunya hahaha

check it out >>

sepasang mata di balik kaca
milik gadis berhati kaca
ia terkungkung di dalam sana, bukan karena maunya
ini kisahnya
dilahirkan
pada masa yang salah
seumur hidup si gadis tinggal di rumah kaca
di dalam sana tidak ada banyak
tidak burung-burung, tidak kupu-kupu
gadis itu tidak tahu merdunya
gemercik air
dan
gemerisik daun

tahu bagaimana rasanya? terkungkung dalam sangkar kaca??

ini .. gerah
ini .. panas

dan bukan jiwanya yang panas
bukan pula hatinya
ini memang dunia yang panas

gadis itu, tidak mampu
keluar
Dan memang tidak mau
dia tak pernah tahu, ada dunia lain
selain dunianya.
gadis itu tak punya pilihan.
hanya ada
merenta lalu mati perlahan
di dalam rumah kaca

lalu kawan, akankah kita bernasib sama?
tewas mengenaskan akibat panasnya?
maukah kamu kawan?
ketika sesungguhnya aku, kamu sudah ada di jalan yang benar

karena aku, kamu, dan senjata kita
yang berukuran mikron
lebih dari mampu untuk memecahkan kaca



well, dan terima kasih banyak buat Risa shofia
yang dengan talenta nya bisa mengubah coret" abstrak ini jadi karya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar