beberapa orang mengatakan bahwa cinta itu buta
buat saya: tidak
cinta tidak buta, cinta mengenali dan memahami
cinta tidak menutup mata, melainkan membukanya lebar-lebar
dengan adanya cinta, kamu mampu menyadari tiap gerak dan menghayati tiap hela nafas
ketika kamu mencinta, tak ada sedikitpun sudut yang terlewat untuk diapresiasi
dengan hati, jiwa, rasa... bahkan juga mata
karenanya cinta tidak pernah buta
saya akan jauh lebih setuju saat kamu bilang cinta itu tak peduli
kamu tak lagi peduli apakah yang kamu lihat itu terang atau gelap
kamu tak lagi peduli apakah yang kamu rasa itu tangis atau tawa
sungguh kamu tak peduli, atau kamu memang tak mau peduli
saat kamu jatuh cinta
karena saat jatuh hati, memang tak masuk akal rasanya untuk memilih dan memilah rasa
tak ada gunanya mencemari suka dengan duka
memikirkan masa depan membuatmu penuh keraguan
dan memikirkan masa lalu membuatmu takut
karena tak ada dia disana atau disitu
dan tak ada jaminan bahwa dia akan ada di setiap detak kehidupan
maka saat jatuh hati, kamu ingin tak peduli pada gerak jarum jam
kamu memilih tidak peduli
karena kamu ingin terus hidup di saat ini
saat tangannya masih mampu kamu genggam
saat aroma tubuhnya masih tercium jelas
dan saat jantungmu dan jantungnya berdegup dalam ritme yang selaras
sungguh ketidakpedulian yang manis
sungguh saat jatuh hati, kamu ingin menulikan telinga pada dunia
dan kamu pun berharap dunia tak perlu peduli pada apa yang kamu dan dia punya
adakah seperti itu bagimu?
saya iya, sangat
saya berhenti peduli pada segalanya, saat saya bersama dia, dulu ..
tapi dalam beberapa hari ini, saya belajar bahwa terkadang, ketidak pedulian akibat cinta bisa begitu menakutkan
bahwa ada saatnya ketidak pedulian itu menyakiti, menghancurkan, dan pada akhirnya memporak-porandakan pondasi dari bangunan yang telah rubuh
merusak momentum yang sempat terukir manis
kamu dia dan dia, mengajarkan saya bahwa cinta harus berhenti tidak peduli
aku, kamu, dia : kita, manusia, harus kembali belajar peduli
hehe is it you ? :D
BalasHapus