saya, sudah melihat dunia 19 tahun lebih sedikit
saya rasa yang saya tontoni sudah cukup banyak
ada ini-itu, sedikit begini dan begitu
di antara banyak yang saya lihat, saya selalu
paling suka merenungi cinta
cinta ada macam-macam bentuknya
macam-macam kemasannya
macam-macam asal dan tujuannya
saya pribadi, mencintai semua jenis cinta
ada beragam jenis ekspresi cinta
sebagian sudah saya lihat
dan bagian yang lebih banyak akan saya pelajari kemudian
tapi akhir-akhir ini, saya merasa ada satu jenis yang tidak juga saya mengerti
padahal ini bentuk cinta yang paling umum sekaligus paling populer
ini bukan kisah cinta rumit dan berbelit
yang harus melewati beribu cobaan baru bisa bersatu
kisah cinta yang ini cuma butuh satu prosesi 'penembakan'
lalu meloncat langsung ke akhir cerita
dan ketika saya bilang akhir cerita, saya tidak mengacu pada 'they live happily ever after'
saya mengacu pada bagian selanjutnya : the end.
iya ini yang saya ga pernah ngerti
banyak temen saya, terutama temen di bangku kuliah
bisa dengan gampang nya pacaran, lalu putus lalu pacaran lagi
yang membuat saya heran adalah plot ceritanya, yang berulang monoton, tapi mereka tak pernah belajar dari kesalahan
jadi ini ringkasannya :
A bertemu dengan B, secara fisik sama-sama oke-oke saja, lalu saling senyum ramah, menyapa, bertukar no HP, saling mengaku jatuh cinta pada sahabat" terdekat. seminggu kemudian mulai saling menelepon dan bertandang.minggu depan nya sudah jadian. lalu belum sampai hitungan bulan sudah bertengkar. dua minggu kemudian putus.
lalu mereka akan mengulang plot yang sama dalam waktu 3 bulan, atau kurang.
saya cuma kurang paham
apa arti cinta buat manusia-manusia macam ini?
apa harga komitmen di mata mereka?
buat apa mereka mengukir janji-janji manis?
lalu akhirnya,
kenapa orang-orang ini jatuh cinta?
buat apa?
agar bisa patah hati sebulan kemudian?
bahwa mencintai itu harusnya diiringi komitmen yak, karena tak selamanya kembang api berpendar. Tapi tanaman yg disiram terus pasti akan tumbuh subur dan berakar kuat. :)siapa yg setia merawat, sabar membasmi hamanya :P well, needs effort, isn't? sama kayak memegang komitmen I think, but more complicated in human relationship.
BalasHapusnice thought dit!! :)
kalau I think (:p hehe)
BalasHapushubungan itu sebenernya murni masalah komitmen dan kebersamaan. yang namanya penembakan itu ga perlu, karena kalau ada jadian pasti bakal ada putus .. hts saja lah, lalu menikah haha, bagaimana?