Kami mendapatkan dia dengan cara yang tidak biasa
bukan dengan cara yang 'normal' seperti keluarga lainnya
ia dititipkan oleh Tuhan
bukan melalui rahim seorang Mama
ia hanya datang, begitu saja,
entah dari mana
lalu tiba - tiba
kami sudah merasa memilikinya
Kami tidak menanti nya dalam kurun waktu 9 bulan 10 hari
tidak -- kami tidak mendapatkan anugerah itu
aku harus menunggu selama, seumur hidupku, untuk bisa bertemu dengannya
kami tidak pernah merawat dan membesarkannya
kami kehilangan kata pertama, tawa pertama, langkah pertama dan segala hal lain tentang nya
tapi kami mendapat kan senyum termanis, kata terbijak, langkah kemenangan dan segala petualangan besarnya
dan sejak mengenal dia
aku tergila - gila padanya
pada kelucuannya
pada kecantikannya
pada kerlip di matanya dan senyum di bibirnya
pada hadiah - hadiah tambahan yang ia berikan pada keluargaku
tapi akhir" ini cahaya nya meredup
ia lelah, aku tahu
dunia tampaknya berputar terlalu cepat bagi dia
aku tidak senang melihat ia kelelahan
atau melihat kilat marah di matanya --
di tempat seharusnya hanya ada cinta
aku tak akan pernah bisa menghentikan putaran dunia barang sejenak
aku tak bisa menggenggamnya seerat yang dilakukan bayinya
aku tak bisa mendampingi nya sekarib yang dilakukan suaminya
aku hanya bisa berjanji
bahwa aku akan selalu ada di sini
untuk dia
kapan pun ia membutuhkan
karena dia tak perlu lagi berjuang sendiri
karena dia memiliki keluarga yang selalu menanti dia pulang
karena dia sudah memiliki orang - orang yang mengkhawatirkan keadaannya di setiap detik kehidupan mereka
ingin kujanjikan itu padanya
dia, satu - satu nya 'kakak' yang aku tahu. .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar