Senin, September 23

malam malam merindukanmu. aku bisa apa?

ingin sekali kubisikkan namamu, sekedar agar hati dan telinga ku puas.
sayangnya aku takut angin dengar.
bagaimana jika nanti dia nakal, dan lari mengadu padamu?
aku malu.

ingin kucoba melukis wajahmu,
dengan pensilku dan kemampuan menggambar yang terbata - bata
tapi aku ragu,
bagaimana bisa kutiru rupa malaikat yang dipahat sendiri oleh Tuhan?

jadi akhirnya, malam ini
kuputuskan untuk menikmati kamu dalam kenangan
melumat sosokmu yang tersimpan dalam pikiran
membaui kehadiranmu dengan hati

rindu ini tak terpuaskan
tak mengapa,
setidaknya cukup hingga esok pagi. 
ketika aku bertahan dengan harapan bertemu kamu di ujung hari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar